Rabu, 21 November 2012

TINUTUAN


Tinutuan atau Bubur Manado adalah makanan khas Indonesia dari Manado, Sulawesi Utara.Ada juga yang mengatakan tinutuan adalah makanan khas Minahasa, Sulawesi Utara.  Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran, tidak mengandung daging, sehingga makanan ini bisa menjadi makanan pergaulan antarkelompok masyarakat di Manado. Tinutuan biasanya disajikan untuk sarapan pagi beserta berbagai pelengkap hidangannya.
 

Tinutuan disajikan bersama ikan asin dan sambal
Sejarah
Kata tinutuan tidak diketahui asalnya. Sejak kapan tinutuan menjadi makanan khas Kota Manado tidak diketahui dengan jelas. Ada yang mengatakan tinutuan mulai ramai diperdagangkan di beberapa tempat di sudut Kota Manado sejak tahun 1970. Ada juga yang mengatakan sejak tahun 1981.

Tinutuan dipakai menjadi moto Kota Manado sejak kepemimpinan Wali Kota Jimmy Rimba Rogi dan Wakil Wali Wota Abdi Wijaya Buchari periode 2005-2010, menggantikan moto Kota Manado sebelumnya yaitu Berhikmat.

Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Pariwisata setempat pada tahun 2004 (ada juga yang mengatakan pada pertengahan tahun 2005) menjadikan Kawasan Wakeke, Kecamatan Wenang, Kota Manado, sebagai lokasi wisata makanan khas tinutuan.

Bahan
Pelengkap hidangan tinutuan

Bahan pembuatan tinutuan sederhana. Tinutuan merupakan campuran berbagai macam sayuran yaitu labu kuning yang juga disebut sambiki, beras, singkong, bayam, kangkung, daun gedi, jagung, dan kemangi.

Penyajian

Tinutuan ini biasanya disajikan untuk sarapan pagi. Tinutuan dapat disajikan dengan ikan asin serta berbagai macam pelengkap hidangan seperti yang terlihat pada gambar.
Penyajian di Manado

Tinutuan, di Manado, disajikan dengan perkedel nike, sambal roa (rica roa, dabu-dabu roa), ikan cakalang fufu atau tuna asap, dan perkedel jagung.Tinutuan juga bisa disajikan dicampur dengan mi atau dengan sup kacang merah yang disebut brenebon.

Tinutuan yang disajikan bersama mi disebut midal, dimana akhiran dal tersebut berasal dari kata pedaal yakni nama lain untuk tinutuan khusus di wilayah Minahasa Selatan yang merupakan wilayah subetnis Tountemboan di Minahasa.

Tinutuan juga dapat dicampur dengan sup kacang merah yang disebut brenebon. Tinutuan yang dicampur dengan brenebon ini kadang juga ditambahkan tetelan sapi, yang konon dipercaya orang yang memakannya dapat menarik "roda" (gerobak). Pada komunitas Kristen di Manado, tinutuan yang dicampur dengan brenebon ini dapat juga disajikan khusus yaitu dengan ditambahkan kaki babi, biasanya pada acara khusus seperti acara tumpah makan yaitu pada hari pengucapan syukur di Manado.

bahaya rokok untuk kesehatan manusia

Bahaya Rokok

Sebenarnya tidak sedikit dari kita yang tahu bahwa rokok itu berbahaya bagi kesehatan tubuh kita. Namun banyak pula yang mengabaikannya. Padahal pada bungkus rokok dapat kita baca dengan mudah kalimat tentang bahaya rokok sebagai berikut:
“MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI, GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN”
Namun anehnya masih banyak dari saudara-saudara kita yang merokok dan tidak merasa bahwa perbuatannya merugikan diri sendiri dengan adanya ancaman-ancaman di dalam bungkus rokok yang mereka pegang. 

Kandungan di dalam rokok

Rokok mengandung ribuan zat dimana 50 persen diantaranya telah diklasifikasikan sebagai zat yang memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia. Bahan-bahan tersebut diantaranya adalah radioaktif Polonium-201, Acetone (bahan dalam cat), Amonia (pembersih toilet), naphthalene, DDT (pestisida) dan racun arsenik lainnya. Selain itu ketika dibakar, rokok mengeluarkan gas hidrogen sianida yang sering digunakan dalam kamar gas untuk hukuman mati. Belum lagi jika pembakaran tidak sempurna dapat menghasilkan gas karbon monoksida (CO) yang membuat darah sulit mengambil oksigen dari paru-paru. Zat-zat lain yang berbahaya dan sering disebut antara lain adalah Tar dan Nikotin. Tar adalah satu kesatuan dari empat puluh tiga bahan yang menyebabkan kanker. Sedangkan Nikotin adalah zat yang dapat merangsang saraf dan otak sehingga menimbulkan efek kecanduan. Hal inilah yang membuat seorang perokok seringkali sulit melepaskan diri dari jeratan rokok. Dari keseluruhan kasus penyakit jantung yang terjadi pada manusia, 25 persennya merupakan akibat dari merokok.

Penyakit-penyakit akibat rokok

Penyakit yang disebabkan oleh rokok tidak terbatas pada yang disebutkan di dalam bungkus rokok saja. Penyakit yang terkait dengan rokok ada banyak sekali, diantaranya adalah:
  • Kanker kandung kemih
  • Kanker lambung, usus dan colon
  • Kanker mulut, tekak dan esofagus
  • Kanker hati dan pankreas
  • Kanker payudara, mulut rahim dan rahim
  • Kanker paru-paru, bronkhitis dan infeksi saluran pernafasan kronis
  • Penyakit jantung dan stroke hemoragik
  • Pengeroposan tulang atau osteoporosis
  • Penurunan kesuburan bahkan kemandulan
  • Keguguran bahkan hingga melahirkan bayi yang cacat
  • Emfisima, ulser peptik dan batuk menahun
  • Lemah otot, penyakit gusi dan kerusakan pada mata

Bahaya merokok bagi perokok pasif

Diatas adalah penyakit yang banyak diderita oleh meraka sebagai perokok aktif. Perokok aktif adalah orang yang secara langsung menghisap rokok atas kehendak pribadinya. Selain perokok aktif, ada juga perokok pasif, yakni orang yang menghisap asap rokok yang dikeluarkan dari mulut perokok. Tidak hanya perokok aktif saja yang memiliki resiko terkena penyakit, perokok pasif pun juga demikian. Berikut adalah penyakit yang sangat mungkin menyerang perokok pasif.
  • Meningkatnya resiko kanker paru-paru dan serangan jantung
  • Meningkatnya resiko penyakit saluran pernafasan seperti radang paru-paru dan bronkhitis
  • Iritasi pada mata yang menyebabkan rasa sakit dan pedih
  • Bersin dan batuk-batuk karena alergi
  • Sakit pada tekak, esofagus, kerongkongan dan tenggorokan
  • Sakit kepala sebagai reaksi penolakan nikotin
Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa perokok yang merokok di tempat umum atau tidak memperdulikan orang lain yang tidak merokok adalah orang yang egois. Nikmatnya diambil sendiri, sakitnya dibagi-bagi. Selain itu, asap rokok yang dikeluarkan lebih berbahaya daripada yang masuk ke dalam tubuh perokok pasif. Hal ini dikarenakan asap rokok mengandung zat-zat sebagai berikut:
  • Mengandung nikotin dua kali lebih banyak
  • Mengandung karbon monoksida lima kali lebih banyak
  • Mengandung tar lima kali lebih banyak
  • Meningkatnya zat kimia berbahaya bagi kesehatan hingga berkali lipat

Bahaya asap rokok bagi ibu hamil, janin dan bayi

Selain bagi perokok pasif yang dalam keadaan normal, asap rokok lebih berbahaya bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Akibat dari asap rokok tersebut antara lain:
  • Keguguran pada janin yang dikandung
  • Kematian janin di dalam kandungan
  • Pendarahan pada plasenta dan terjadi pembesaran lebih dari 30 persen
  • Berat badan janin berkurang sekitar 20-30 persen dari normal
  • Bayi yang lahir prematur dalam keadaan kesehatan yang tidak stabil
Asap rokok lebih berbahaya lagi jika dihisap oleh bayi, akibatnya adalah:
  • Mengalami gangguan dan penyakit pernafasan
  • Terganggunya perkembangan kecerdasan anak, baik motorik maupun kognitif
  • Terjangkitnya penyakit telinga
  • Bisa meningkatkan resiko penyakit leukimia sebanyak dua kali lipat
  • Meningkatkan resiko kanker otak hingga 22 persen
  • Bayi akan lebih mudah lelah karena oksigen yang tidak terserap sempurna
  • Sindrom kematian secara mendadak

Bahaya merokok untuk anak usia sekolah

Kita dapat menemui di jalan-jalan, baik di kota besar dan kota kecil dimana para pelajar dengan santainya merokok seolah itu bukan perbuatan yang buruk. Anda dapat menemukan mereka di berbagai tempat, seperti kafe, terminal, kendaraan umum atau bahkan di sekitar sekolah mereka sendiri. Orang yang mengerti dan sadar tentang kesehatan pastinya akan prihatin dengan keadaan seperti ini. Merokok itu jelas merugikan kesehatan, namun selain itu ada kerugian lainnya, yakni masalah ekonomi. Para pelajar pada umumnya adalah orang-orang yang masih tergantung secara ekonomi kepada orang tua. Hal ini tentu saja akan menambah berat beban yang harus ditanggung orang tua. Terlebih saat ini banyak juga wanita dan remaja putri yang merokok.
Faktor utama yang menjadi penyebab pelajar merokok adalah lingkungan. Masa remaja yang penuh dengan rasa ingin tahu membuat mereka ingin mencoba banyak hal. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, rokok mengandung nikotin yang mengakibatkan kecanduan. Maka sekali merokok, akan sulit untuk berhenti, kecuali ada kemauan yang keras dan bantuan dari lingkungan. Hal yang kedua ini tentu tidak akan didapatkan ketika para pelajar berada dalam lingkungan perokok. Bahkan banyak diantara para pelajar yang menganggap bahwa pria yang tidak merokok itu tidak jantan. Hal inilah yang menyebabkan para pelajar banyak yang menjadi perokok, dikarenakan rokok merupakan salah satu dari ajang mereka untuk mengaktualisasikan diri mereka. Sebagai simbol bahwa mereka adalah orang gaul dan eksis.
Persepsi seperti ini tentu saja adalah sebuah kesalahan besar. Menurut survey yang dilakukan oleh Yayasan Jantung Indonesia, sekitar 77 persen pelajar Indonesia yang merokok mengawali petualangan mereka dari tawaran atau olok-olok teman-temannya sendiri. Selain itu, kurangnya informasi mengenai bahaya merokok sejak dini menjadi penyebab banyaknya pelajar yang merokok. Padahal setiap mereka menghisap rokok, sama saja menghisap ribuan bahan kimia berbahaya yang justru merugikan kesehatan.

Peran serta orang tua, guru dan masyarakat dalam mengatasi perokok usia dini

Sebagai masyarakat yang sadar akan kesehatan, maka kita harus melakukan sesuatu dalam mensosialisasikan bahaya merokok. Semua pihak, baik itu orang tua, guru, masyarakat dan juga pemerintah harusnya melakukan sosialisasi tentang bahaya merokok bagi pelajar sesuai dengan kemampuan dan kondisi masing-masing. Sosialisasi yang dilakukan harus benar-benar riil dan masuk ke alam bawah sadar para pelajar. Hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah pelajar merokok diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Sekolah dan jajarannya harus berkomitmen membebaskan sekolah dari rokok. Guru, karyawan dan orang tua dan semua orang yang berkunjung ke sekolah tidak diperkenankan merokok seperti di rumah sakit. Hal ini merupakan suatu bentuk keteladanan. Tentu saja akan aneh dan masuk akal jika hanya siswa saja yang dilarang merokok.
  2. Kegiatan yang melibatkan pemuda terutama para pelajar tidak boleh menggunakan sponsor dari perusahaan rokok atau yang berkaitan dengannya.
  3. Orang tua yang merokok tidak memperlihatkan diri saat merokok di depan anak-anaknya, jika memang tidak bisa berhenti merokok. Tetapi jika orang tua bisa berhenti merokok, tentu saja itu akan lebih baik karena dapat dicontoh oleh anak-anaknya.
  4. Jika anak memiliki waktu luang maka tugas orang tua adalah mendorongnya dalam kegiatan yang positif sehingga mereka tidak ada waktu untuk merokok. Kegiatan tersebut bisa seperti les, olahraga, bermusik dan lain sebagainya. Lebih baik lagi jika orang tua turut serta di dalamnya.
Membudayakan hidup sehat yang bebas rokok harus dimulai dari sekarang. Lebih baik anda meninggalkan rokok saat ini dalam keadaan masih sehat dan bugar daripada nantinya anda harus meninggalkan rokok dalam keadaan sakit kritis dan diujung kematian. Demi orang-orang yang kita cintai, ada baiknya kita berhenti merokok mulai dari sekarang. Semoga artikel ini membawa manfaat bagi anda. Salam sehat! (iwan)

Imunisasi, Investasi Kesehatan Anak untuk Masa Depan

IMUNISASI tidak saja menjadi langkah preventif mencegah penularan penyakit, tapi juga investasi kesehatan buah hati di masa depan. Mau bukti?

Siapa pun pasti mengenal imunisasi. Bahkan, mungkin sebagian besar dari kita sudah pernah mendapatkan imunisasi saat kita masih kecil.

Imunisasi merupakan suatu upaya untuk menimbulkan atau meningkatkan kekebalan tubuh secara aktif terhadap penyakit-penyakit tertentu.

Sayangnya, masih ada kelompok masyarakat yang masih meragukan manfaat pemberian imunisasi kepada anaknya. Padahal, imunisasi tidak hanya menciptakan kekebalan tubuh, tapi juga penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit pada anak maupun orang-orang di sekitarnya.

Di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) masih merupakan penyebab kematian dan kecacatan anak. Sekira lima persen kematian pada anak balita diakibatkan oleh PD3I. Karena itu, upaya imunisasi sangat penting dilakukan untuk menekan angka kesakitan dan kematian tersebut.

Terus diintensifkan

Pemberian imunisasi di Indonesia pertama kali dilakukan pada 1956, diawali dengan imunisasi cacar. Sejak itu, cakupan dan jenis imunisasinya terus diperluas. Dewasa ini, ada lima vaksin yang diberikan Program Imunisasi pada bayi dan anak Indonesia untuk mencegah tujuh penyakit menular, yaitu Tuberkulosis, Polio, Difteria, Pertusis, Tetanus, Campak, dan Hepatitis B.

Kegiatan pemberian imunisasi juga semakin merata di seluruh wilayah. Kalau 2008 baru 68,3 persen dari 65.781 desa yang telah mencapai Universal Child Immunization (UCI), setelah akselerasi pada 2010, cakupannya mencapai 75,3 persen dari 75.990 desa.

Salah satu contoh konkrit keberhasilan penting program imunisasi, yaitu bebasnya penyakit cacar. Pada 1974, Indonesia secara resmi dinyatakan negara bebas cacar. Sementara itu, kasus penyakit PD3I lainnya juga makin menurun. Campak misalnya, dari 24.388 kasus pada 2008, turun menjadi 17.139 kasus pada 2010. Tetanus neonatorum dilaporkan sebanyak 198 kasus pada 2008, beberapa tahun terakhir menjadi sekira 137 kasus.

Untuk polio, walaupun sudah tidak ada lagi kasus polio dalam beberapa tahun ini, ancaman dari luar negeri masih tetap ada. Beberapa negara di dunia masih melaporkan adanya virus polio liar. Karena belum seluruh desa mencapai UCI, berarti masih ada kantung-kantung desa yang berpotensi terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Untuk antisipasi keadaan tersebut, sejak 2009 telah dilakukan kampanye imunisasi tambahan dalam tiga tahap. Tahap pertama dilakukan pada 2009, tahap kedua pada 2010, dan tahap terakhir digelar pada 2011 di 17 provinsi di Indonesia dengan sasaran cakupan minimal 95 persen dari seluruh anak balita.

Tahun ini, Indonesia bersama-sama negara-negara di kawasan Asia Tenggara berkomitmen menjadikan 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin atau Intensification of Routine Immunization (IRI).

Menyikapi isu

Imunisasi tentu perlu mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak, termasuk masyarakat. Pasalnya, sampai saat ini masih dijumpai sejumlah tantangan dalam pemberian imunisasi, antara lain pemahaman orangtua yang masih kurang di sebagian kalangan masyarakat, mitos yang salah terkait imunisasi, kendala geografis, sampai jadwal imunisasi yang terlambat.

Masyarakat juga perlu lebih cermat dan berhati-hati dalam menyikapi berbagai informasi terkait imunisasi, misalnya menyikapi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) yang berat.

Sebagai contoh, ketika wabah polio di Jawa Barat terjadi, beberapa anak lumpuh setelah mendapat vaksin polio. Dengan pemeriksaan virus (virologi) terbukti bahwa kelumpuhan tersebut diakibatkan virus polio liar yang sudah menyerang anak tersebut sebelum dia mendapat imunisasi polio.

Demikian pula dengan kasus KIPI berat lainnya. Setelah diperiksa ahli-ahli di bidangnya, terbukti bahwa KIPI tersebut akibat penyakit lain yang sudah ada sebelumnya, bukan akibat imunisasi.

Untuk menyikapi kasus KIPI, sebaiknya masyarakat mengacu pada informasi yang diberikan oleh Komite Daerah (Komda) KIPI yang ada di provinsi atau Komite Nasional (Komnas) KIPI di Jakarta. Karena berita atau laporan kecurigaan adanya KIPI selalu dikaji secara ilmiah oleh ahli-ahlinya, seperti pakar-pakar penyakit infeksi, imunisasi, dan imunologi yang ada di komite tersebut.

Sejatinya, masyarakat tidak perlu ragu akan keamanan dan manfaat imunisasi. Saat ini, 194 negara di seluruh dunia yakin bahwa imunisasi aman dan bermanfaat mencegah wabah, sakit berat, cacat, dan kematian pada  bayi dan balita.

Bahkan, negara-negara dengan tingkat sosial ekonomi yang tinggi pun masih terus melaksanakan program imunisasi. Termasuk, negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan cakupan imunisasi lebih dari 85 persen.

Pencegahan penyakit melalui imunisasi merupakan cara perlindungan terhadap infeksi yang paling efektif dan jauh lebih murah ketimbang terlanjur jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit.

Jadi, imunisasi bisa dikatakan investasi kesehatan untuk masa depan. Sebaiknya, semua bayi dan balita diimunisasi secara lengkap. Dengan terhindarnya anak dari penyakit infeksi berbahaya, maka mereka memiliki kesempatan beraktivitas, bermain, belajar tanpa terganggu masalah kesehatan.

(sumber: http://lifestyle.okezone.com/read/2012/06/26/196/654086/imunisasi-investasi-kesehatan-anak-untuk-masa-depan)

Smartphone Bisa Menyebabkan Diare Hingga Infeksi Telinga

Coba ambil smartphone Anda, apakah itu bersih? Yakin? Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Profesor Michael Schmidt dari Medical University, California Selatan menunjukkan bahwa smartphone layar sentuh mengandung banyak bakteri. Bakteri itu dapat menyebabkan flu, diare, bahkan radang telinga, dilansir Genius Beauty.

Penelitian ini dilakukan pada sejumlah smartphone milik pegawai kantor di Chicago. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh ponsel milik pegawai kantor mengandung bakteri E. coli. Hal ini menjadi bukti bahwa para pegawai kantor sering mengabaikan mencuci tangan setelah menggunakan toilet. Selain E. coli, ditemukan 56 bakteri patogen yang berkembang biak di layar smartphone.

Air Saja Tidak Cukup Membersihkan


Dengan hasil penelitian ini, tentunya penting bagi kita semua untuk menjaga kebersihan ponsel. Penelitian ini juga mencari cara terbaik untuk membersihkan smartphone layar sentuh, tetapi mengalami kendala. Air tidak cukup untuk membersihkan minyak apalagi bakteri di layar. Cairan pembersih ponsel hanya membersihkan tanpa menggores layar, tapi bakteri masih dapat hidup. Sedangkan alkohol dapat membunuh bakteri, tetapi dapat merusak dan menggores layar smartphone.

Para peneliti memberi saran agar para pemilik smartphone tidak lupa selalu mencuci tangan setelah memegang ponsel, sebelum makan, setelah naik angkutan umum dan setelah menggunakan toilet. Karena hingga saat ini belum ada media terbaik untuk membunuh kuman smartphone, meningkatkan kekebalan tubuh pada serangan bakteri juga menjadi cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh.
(vemale.com/yel)

Gambar pada Kemasan Rokok Lebih Efektif Cegah Orang Merokok

Penelitian baru di Amerika menyimpulkan gambar pada kemasan rokok di banyak negara, lebih efektif daripada peringatan tertulis larangan merokok.

Lebih keras, lebih baik. Demikian kesimpulan penelitian baru mengenai peringatan bahaya merokok pada kemasan atau bungkus rokok. Tim peneliti di Universitas South Carolina di Amerika mempelajari jenis label peringatan mana yang mencegah orang dewasa merokok.

"Perokok menilai label peringatan dengan gambar dan teks lebih kuat dalam mendapat kepercayaan mereka, relevansinya dengan perokok itu sendiri dan lebih efektif daripada peringatan yang hanya berupa teks," demikian ungkapan James Thrasher, peneliti utama kemasan rokok tersebut.

Temuan tim itu akan muncul dalam American Journal of Preventive Medicine edisi Desember.

Lebih dari 40 negara telah menempatkan label peringatan kesehatan dengan gambar.

Thrasher mengatakan perokok yang tidak terlalu \'melek huruf\' menilai label bergambar lebih bisa dipahami dibandingkan peringatan hanya dengan tulisan. Ini merupakan temuan besar bagi negara-negara berkembang yang angka buta aksara dan jumlah perokoknya tinggi.

"Peringatan yang lebih keras, yang menunjukkan kerusakan fisik akibat merokok, lebih efektif daripada gambar lain, seperti gambar orang menderita dampak merokok atau gambar yang lebih simbolis atau abstrak, misalnya, batu nisan yang menunjukkan kematian akibat merokok," kata Thrasher.

Namun menurut Thrasher, perokok akhirnya menjadi tidak peka terhadap gambar paling keras pada paket, seperti foto organ tubuh yang sakit.

Australia baru-baru ini menjadi negara pertama yang mewajibkan kemasan rokok tanpa gambar. Langkah Australia itu dipuji Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Sedunia (WHO), Margaret Chan.

"Kemasan polos membuang peringatan bahaya merokok dan menggantinya dengan kebenaran. Itu akan lebih bermanfaat bagi kesehatan," ujarnya.

Chan berbicara pada pertemuan global terbaru, Konferensi Negara-Negara Penandatangan Konvensi Kerangka Kerja WHO mengenai Pengendalian Tembakau minggu lalu.

Pendukung anti-rokok mengatakan, yang lebih penting daripada label untuk mencegah merokok, adalah membuat produk rokok lebih mahal.

Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau telah diratifikasi 176 negara sejak mulai diberlakukan tahun 2005. Amerika, produsen rokok terkemuka, dan tujuh negara lain telah menandatangani kesepakatan, namun belum meratifikasi konvensi itu. 10 negara lainnya belum menandatangani kesepakatan tersebut, termasuk Indonesia, yang sebagai negara dengan konsumen rokok yang cukup besar dan diperkirakan mencapai sekitar 57 juta perokok.

Kesadaran Membayar Pajak Masyarakat Meningkat 2013 APBD Sulut Tembus 1,915 Triliun

Gejala positif terus ditunjukkan warga Bumi Nyiur Melambai, buktinya dari tahun ke tahun persentase kenaikan APBD mengalami kenaikan signifikan, terbukti RAPBD 2013  Sulawesi Utara mencapai 1,915 trilliun dari jumlah 1,2 trilliun pada tahun sebelumnya.   
 
Tren meningkatnya RAPBD Sulut 2013 menurut mantan Anggota Dewan Provinsi Sulut Ahj Purukan, diapresiasikan sebagai meningkatnya kesadaran warga Bumi Nyiur Melambai dalam membayar pajak, sehingga pemerintah harus mengelolah dengan sebaik-baiknya.  
 
Data yang berhasil dirangkum menyebutkan bahwa total pendapatan mencapai 1.915 t, de3ngan rincian pendapatan asli daerah 650 miliar, dana perimbangan 1,010 T dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 255 miliar,
 
Sementara itu dalam sambutan Sh Sarundajang menyatakan bahwa implementasi pembangunan 2013 meletakan kerangka dasar provinsi sulut menjadi pintu gerbang indonesia ke asia timur dan pasifik serta pengembangan kawasan kepuluan dan perbatasan.
 
Sarundajang menegaskan bahwa ada lima sasaran yang menjadi pembangunan utama antara lain  mewujudkan swasembada beras, meningkatkan indeks pembangunan manusia.
 
(Sumber:http://www.manadonews.com/berita/minahasa/kesadaran-membayar-pajak-masyarakat-meningkat---apbd-sulut-tembus--triliun.html)

Jelang Perayaan Natal Pemerintah Jamin Sembako Aman Dan Tak Ada Pemadaman Listrik

Jelang perayaan natal 25 Desember 2012 mendatang, Gubernur Sulawesi Uatara Sh Sarundajang, menggaransi tidak akan terjadinya kelangkaan sembako dan pemadaman listrik, walaupun kenyataan warga terus mengeluhkan kinerja PLN yang terus melakukan pemadaman secara sepihak.
Berdasarkan hasil rapat dengan unsur muspida Gubernur Sulut Sh Sarundajang, menjamin jelang perayaan natal nantinya ketersediaan sembilan bahan pokok dipasaran akan tetap ada, bahkan pemerintah mnelalui disperindag akan terus melakukan pengawasan di pasaran.
Untuk itu Sarundajang menghimbau agar Masyarakat tidak melakukan aksi penimbunan sembako, karena efek dari aksi penimbunan justru akan merugikan masyarakat yang lain, sehingga fungsi pengawasan harus dilakukan secara bersama-sama.       
Ia juga menghimbau agar seluruh masyarakat menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing untuk kemanan dan ketertiban bersama, sehingga umat kristen yang nantinya akan merayakan perayaan  natal dengan penuh suka cita. 
(Seumber:http://www.manadonews.com/berita/minahasa/jelang-perayaan-natal-pemerintah-jamin-sembako-aman-dan-tak-ada-pemadaman-listrik---.html)