Kamis, 13 Desember 2012

JWS-IvanSa Juara Pilkada Minahasa

TONDANO- Pasangan Jantje Wowiling Sajow dan Ivan Sarundajang (JWS-Ivansa) unggul dalam pemilihan bupati (Pilbup) Minahasa, kemarin. Perhitungan suara cepat Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Universitas Negeri Manado (Unima), serta Manado Post, duet JWS-Ivansa menang (lihat grafis).

Ruddy Kartasasmita dari SMRC menjelaskan, JWS-Ivansa menang dengan 39 persen dan disusul pasangan Careig N Runtu-Denny J Tombeng (CNR-DJT) 34 persen, kemudian Hangky A Gerungan-Recky J Montong (HAG-RJM) 22 persen. Perolehan suara pasangan Arianne F Nangoy-Jeffry J Mentu (AFN-JJM) dan Emma Johana Kaseger-Ferdinand Mewengkang (KAMANG) di bawah 5 persen.

“Keunggulan JWS-Ivansa sudah terbaca saat SMRC melakukan survei terakhir satu bulan sebelumnya. Survei terakhir tersebut menempatkan JWS-Ivansa 31 persen, CNR-DJT 28 persen, HAG-RJM 26 persen, dan AFN-JJM serta KAMANG masing-masing di bawah 2 persen,” katanya.

Ia menambahkan, salah satu kunci kemenangan JWS-Ivansa yakni 90 persen pemilih muslim memilih duet usungan PDI Perjuangan ini. Seperti di Kampung Jawa Tondano, Kalasey, serta di Tanawangko.

Hasil perhitungan cepat Unima tidak berbeda jauh dengan SMRC. Yakni JWS-Ivansa meraup 37,33 persen atau 62.225 suara, disusul CNR-DJT 34,93 persen atau 59.022 suara dan pasangan HAG-RJM 26,25 persen atau 44,365 suara. Data tersebut dihimpun dari 447 dari 566 tempat pemungutan suara (TPS) di Minahasa.

James Sumayku, penanggung jawab perhitungan cepat Unima kepada sejumlah wartawan mengatakan, hasil ini sudah real count. “Apa yang kami lakukan bukan quick count namun real count,” katanya seraya menyebut real count dilakukan sebagai kebutuhan penelitian untuk mengkaji soal kualitas sumber daya manusia dan sistem informasi yang dimiliki Unima saat ini.

Pantauan koran ini, Pilbup Minahasa boleh dibilang seru. Di sejumlah TPS di Langowan, Remboken, Kakas dan Tondano, tiga pasangan teratas JWS-Ivansa, CNR-DJT, dan HAG-RJM saling unggul di TPS masing-masing. HAG-RJM misalnya,  unggul di TPS Wasian tempat HAG menggunakan hak pilihnya. Dia dan RJM memperoleh 431  suara disusul CNR-DJT 48 suara dan  JWS-IvanSa 1 suara. 

Di TPS Tonsea tempat CNR memilih, duet CNR-DJT menang  dengan 259 suara dan disusul HAG-RJM  176 suara  serta JWS-IvanSa 26 suara. Sedangkan JWS-Ivansa, menang telak di wilayah Tombuluan dan Kawangkoan.    

Sementara, KPU Minahasa menjadwalkan pengumuman hasil resmi dilaksanakan 18 Desember. Anggota KPU Minahasa Rommy Leke menjelaskan, jadwal rekapitulasi hasil perhitungan suara akan berada di Kelompok Pelaksana Pemungutan  Suara (KPPS) hanya satu hari.

Selanjutnya hasil rekapitulasi suara ini akan diplenokan di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada 13 - 14 Desember. Kemudian naik ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) 15 - 16 Desember. Terakhir rekapitulasi perhitungan suara akan berada di KPU Minahasa, 17-18 Desember. "KPU  sendiri akan memplenokan hasil ini pada 18 Desember mendatang,” ujar Leke. Menurut Leke, hasil perhitungan cepat hanya sebagai pembanding. Karena masyarakat membutuhkan informasi yang cepat. “Finalnya saat pleno KPU,” katanya lagi.

PENDUKUNG JWS-IVANSA LANGSUNG KONVOI

Sementara itu pantauan wartawan Manado Post, usai perhitungan suara di seluruh TPS, sekira pukul 16.00, pendukung JWS-IvanSa spontanitas langsung merayakan kemenangan. Seperti yang tampak di Sonder dan Tondano. Massa dengan seragam kotak-kotak langsung menggelar konvoi kemenangan. Pendukung JWS-IvanSa merayakan kemenangan, setelah mengetahui  calon kepala dan wakil kepala daerah yang mereka pilih, memenangkan perhitungan suara.

 “JWS-IVANSA menang satu putaran. Mereka menang sampai 40 persen,” yakin sejumlah pendukung JWS-IVANSA di Kolongan Atas Sonder.Pantauan Manado Post di sepanjang jalan utama Kolongan Atas Sonder dan Tataaran Tondano Selatan, hanya ada satu pendukung pasangan calon yang menggelar konvoi. Banyak rombongan merah langsung menggelar arak-arakan, padahal perhitungan suara belum direkapitulasi menyeluruh.

Sejumlah kendaraan yang dihiasi stiker JWS-IvanSa ditumpangi para pendukung. Mereka mengibarkan bendera partai dengan semangat sepanjang jalan. Dengan meneriakkan ‘hidup JWS-IvanSa, mereka tampil karena yakin sudah memenangi Pilbup Minahasa. “Pertandingan selesai. Menurut informasi, jagoan kami sudah menang hingga 40 persen perolehan suara,” ungkap rombongan konvoi di Tataaran.

Saat konvoi, para rombongan ini menjadi pusat perhatian sejumlah warga, termasuk para pendukung pasangan lain. Hal ini jelas membuat situasi konvoi agak memanas. Karena saat melintas di posko yang diduduki sejumlah pendukung pasangan lain, mereka terlihat saling mengejek. Perang kata-kata pedas melontar dari bibir para pendukung. Namun itu dianggap biasa oleh warga. “Karena mereka sudah dewasa dan ejekan tersebut kebanyakan hanya jadi bahan candaan,” ungkap Roy (53), warga Tataaran.

Di Kecamatan Pineleng, sejumlah wajib pilih langsung membentuk kelompok kecil dan bercerita peluang calon masing-masing sambil menunggu perhitungan suara. Suasana saat perhitungan suara terlihat tegang. Sejumlah pengamat dan tim sukses mendengar petugas membacakan hasil. Di Desa Kali dan Pineleng, pasca perhitungan, pendukung JWS-IvanSa langsung melakukan konvoi. Posko pemenangan calon di Desa Pineleng juga langsung didapati simpatisan berbincang hasil perolehan sementara.

Perayaan kemenangan juga dilakukan pendukung JWS-IvanSa di Kecamatan Tombulu. Sekira pukul 16.00, ribuan pendukung dan ratusan kendaraan langsung melakukan konvoi menuju Tondano. ‘’Hidup bupati dan wakil bupati baru Minahasa JWS-IvanSa,’’ teriak massa.

Massa pendukung pasangan calon lain terlihat tertunduk di posko-posko dan dapur-dapur umum. Mereka bahkan sudah memberikan selamat kepada para pendukung JWS-IvanSa. ‘’Memang torang soduga JWS IvanSa yang akan menang. Selamat ne ngoni pe calon yang terpilih,” ungkap sejumlah pendukung saingan dekat JWS-IvanSa.

Perayaan itu berlangsung sampai malam hari. Namun pada malam hari, tiba-tiba suasana berubah ketika dari Tondano muncul instruksi ke seluruh Hukum Tua  agar memerintahkan pendukung pasangan saingan JWS-IvanSa merayakan kemenangan. Walaupun dengan raut wajah kusam dan kelihatan murung, mereka berusaha merayakan kemenangan sesuai perintah. Sebab mereka sadari dan mengakui, pemenangnya  adalah JWS-IvanSa.

Pasangan CNR-DJT sendiri sekitar pukul 19.00 juga ikut berpesta di kebun milik Stevanus Vreeke Runtu (Bupati Minahasa saat ini). Tak lama berselang mereka berdua kemudian melakukan konvoi di sejumlah wilayah di Kecamatan Tondano.

Mereka mengklaim  duet CNR-DJT menang berdasarkan hasil penghitungan oleh saksi yang mereka tempatkan di tiap TPS. Calon Bupati Minahasa Ani Emma Johana Kaseger MBA (Yocke) menyerahkan kepada Tuhan hasil yang diperolehnya bersama Ferdinand Mewengkang dalam perhitungan suara Pilbup Minahasa itu. “Yang penting sesuai hukum yang berlaku,” ujar Kaseger usai pencoblosan di TPS 3, Desa Wewelen, Tondano.

Rabu, 12 Desember 2012

Jangan Tolak Kritikan

Ada seorang yang sangat marah saat dirinya sedang dikeluarkan dari tempat dia bekerja. Orang itu bekerja selama sebulan sebelum dia mendapatkan teguran dari sang pimpinan menjelang hari pemecatannya. Orang itu berkata, “Mengapa saya dipecat sedangkan setiap harinya tidak ada orang yang menegur saya ataupun peringatan-peringatan lain yang ditujukan kepada saya?”
Kritikan ataupun teguran sebenarnya sangat penting bagi kita. Orang yang mau mendengarkan teguran/krtikan adalah orang yang mau dididik.Teguran merupakan sarana yang dipakai Tuhan untuk menghindarkan kita dari masalah yang besar bahkan masalah yang dapat mempermalukan kita dikemudian hari.
Bersyukurlah terhadap semua tguran yang orang lain berikan kepada kita. Itu adalah cara mereka untuk menyatakan kasihnya kepada kita. Bila kita ingin mendapatkan hidup yang lebih aik, maka kita harus mau dididik dan siap menerima banyak teguran.
Jangan marah ataupun menolak saat orang lain mengeluarkan kata-kata yang tidak enak bagi telinga kita. Jangan ada sakit hati atau kecewa karena bila kita menerimanya dengan senang hati maka kita akan menyadari bahwa semua kata-kata itu membangun.

tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati (Amsal 13:18)

Racun

Banyak berita yang menyebabkan kematian seseorang akibat keracunan. Salah satunya adalah seorang petani yang sedang melepas lelah di salah satu gubuk. Teriknya matahri membuatnya ingin meminum sesuatu. Dia melihat ada sebotol air yang dikiranya kopi. Tanpa pikir panjang dia menenguknya lalu tewas.
Kita juga harus waspada terhadap “makanan dan minuman” yang kita konsumsi sehari-hari. Bila kita tidak mencermatinya, maka kita akan memakan “makanan” yang ternyata beracun. Secara tidak sengaja “makanan” itu telah mematikan kehidupan rohani kita.
Hendaknya kita selalu haus dan lapar akan kebenaran firman Tuhan. Bila kita meluangkan waktu tiap pagi untuk bersaat teduh sebelum memulai segala aktivitas, percayalah bahwa Tuhan akan melindungi dan memberkati semua yang kita kerjakan.
Jangan biarkan racun-racun itu menyerang orang-orang terdekat kita. Mintalah hikmat pada Tuhan agar kita bisa memberikan teguran yang baik dan bijaksana agar apa yang kita ucapkan tidak melukai hati mereka.

Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya

2 Timotius 4:3

Jangan Bersembunyi !

Anak kecil suka menyembunyikan tubuhnya bila didapati telah melakukan kesalahan. Anak-anak itu berpikir bahwa orang tua tidak akan mengetahui tentang kesalahan yang mereka perbuat dan merasa bahwa dengan sembunyi mereka akan aman.
Orang-orang dunia kerap menyembunyikan semua kesalahan mereka. Dengan menutup rapat semua kesalahan dan bahkan dipoles dengan menggunakan berbagai macam kebohongan.
Mungkin kita bisa menyembunyikan banyak hal dari orang-orang terdekat kita. Bahkan kejahatan, kebohongan, dan hal-hal negatif pun tidak akan tampak kepada orang lain.
Akan tetapi kita tidak bisa bersembunyi dari Allah. Tuhan itu mahatahu. Tuhan mampu melihat apa yang tidak terlihat sekalipun. Tuhan mengerti apa yang sedang kita pikirkan.
Hendaknya kita bersedia untuk terbuka dan berserah penuh pada Tuhan agar Dia membentuk kehidupan kita dan memenuhi kita dengan segala kemuliaannya.

Kemana aku dapat pergi menjauhi roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

Mazmur 139:7

Sisa 7 Bulan Sertifikasi Guru Mitra Bakal Dibayar 2013

TRIBUNMANADO.CO.ID, RATAHAN – Pertanyaan sejumlah guru di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), terkait belum dibayarkannya tunjangan sertifikasi mereka, nampaknya akan terjawab. Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidikan Tenaga Kependidikan (PMPTK), Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) Mitra, Rosje Arikalang ketika diwawancarai Tribun Manado, Kamis (12/12/2012), mengatakan dalam waktu dekat akan dibayarkan.

Namun diutarakannya bahwa dana sertifikasi yang akan dibayarkan pada Desember 2012 ini untuk triwulan tiga (khusus Mei), sedangkan sisanya, yaitu tujuh bulan (Juni – Desember) akan menjadi carry over di tahun 2013 mendatang. “Yang akan dibayarkan pada bulan ini adalah dana sertifikasi untuk Mei 2013. Sedangkan sisanya nanti tahun depan,” tegasnya.

Arikalang menjelaskan bahwa total kebutuhan anggaran untuk membayar tunjangan sertifikasi 584 guru di Kabupaten Mitra adalah enam miliar rupiah per tri wulan, tapi yang ditransfer oleh Pemerintah Pusat hanya 2,5 miliar rupiah. “Untuk menutupi selisih yang cukup besar itu, dana dua tri wulan yang ditransfer tak cukup untuk membayar kebutuhan satu tri wulan, makanya yang terbayar hanya lima bulan,” jelasnya.

Kata Arikalang, berdasarkan penjelasan yang mereka terima dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kata Arikalang, hal itu disebabkan oleh berkurangnya anggaran 20 % pos pendidikan di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk penanggulangan bencana yang terjadi di sejumlah daerah. “Karena Pos Anggaran Pendidikan sebagian sudah digunakan untuk penanggulangan bencana, maka dana tak cukup sehingga ikut berdampak pada nilai transfer dan itu terjadi di semua daerah,” katanya.

Sementara itu, untuk tunjangan tambahan penghasilan (Tamsil) bagi 720 guru non sertifikasi juga kata Arikalang akan segera dibayarkan pada Desember 2012 ini. Tak tanggung-tanggun sisa tunggakan delapan bulan yang belum terbayar itu, akan dibayar sekaligus. “Tamsil juga akan segera dibayar, dimana setiap guru mendapat 250 ribu rupiah, belum dipotong pajak,” ungkapnya.

Bupati Tanggapi Polemik Ibu PKK se Mitra ke Singapura

Polemik tentang keberangkatan ratusan ibu-ibu tim penggerak PKK tingkat desa se Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) ke Singapura belum lama ini, akhirnya ditanggapi Bupati Mitra Telly Tjanggulung. Kepada sejumlah Camat dan Puluhan Hukum Tua serta masyarakat yang hadir dalam acara pelantikan 22 Hukum Tua se Mitra, Rabu (12/12/2012), Tjanggulung mengklarifikasinya. “Apa yang dipolemikkan itu tidak masalah, karena semuanya telah terencana dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Menurut dia, hal itu sangat wajar dan tidak ada masalah, sebaliknya sangat positif dalam upaya peningkatan wawasan dan tambahan pengetahuan bagi mereka. Kegiatan tersebut dianggap positif karena dapat mendorong perubahan paradigma dan pola pikir ibu-ibu TP-PKK yang nantinya akan sangat bermanfaat dalam pembangunan desa masing-masing. Dari kegiatan itu mereka bisa belajar banyak hal di luar negeri, yang tentunya bisa mereka aktualisasikan di desanya. “Dari kegiatan seperti ini, mereka sudah bisa belajar banyak hal baik, misalnya bagaimana kebersihan di Negara maju, yang tentunya bisa mereka jadikan perbandingan contoh untuk diterapkan di desanya,” ujar Tjanggulung.

Selanjutnya ia ikut memberikan motivasi dan dorongan kepada para hukum tua dan ibu-ibu TP-PKK yang baru dilantik, untuk terus giat membangun desa, memberikan layanan yang prima bagi masyarakat. Niscaya jika ia masih dipercayakan memimpin Mitra, kebijakannya pada setiap akhir tahun, para ibu PT PKK berkesempatan refresing ke luar negeri. “Saya berharap kinerja dapat ditingkatkan, terutama pelayanan kepada masyarakat, niscaya setiap akhir tahun ibu-ibu dapat kesempatan yang sama untuk refresing ke luar negeri,” tandas Tjanggulung, yang sontak disambut standing opusion dari semua yang hadir di atrium kantor bupati.

Seorang Peserta Konvoi JWS-Ivansa Ditikam

Pascapencoblosan Pemilihan Bupati  Minahasa, Rabu (12/12/2012) di beberapa lokasi massa pendukung pasangan calon mulai turun ke jalan. Hasil perhitungan sementara yang mengunggulkan pasangan Jantje Sajouw-Ivan Sarundajang (JWS-Ivansa) membuat massa pendukungnya berkonvoi.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di Kawangkoan, massa JWS-Ivansa berpawai merayakan kemenangan di jalan-jalan. Begitu pula di Kampung Jawa Tondano, Koya dan Pineleng. Berdasarkan informasi yang diterima, konvoi di Kawangkoan dinodai dengan penikaman salah satu peserta konvoi oleh orang yang tidak dikenal.

Sementara itu, ratusan orang yang ingin berpawai tertahan di ruas Jalan Boulevard Tondano. Aparat keamanan yang terdiri dari polisi dan tentara turun mengamankan situasi.

Hasil perhitungan resmi yang dilakukan oleh Universita Manado (UNIMA) hingga pukul 18.00 posisi perolehan suara dari 396 TPS yang sudah selesai menempatkan pasangan JWS-Ivansa di urutan satu dengan perolehan suara 36,64 persen dari 149.887 suara sah. Diikuti posisi kedua pasangan Careig Runtu-Denie Tombeng (CNR-DJT) dengan perolehan 35,71 persen dan Hangky Gerungan-Recky Tombeng (HAG-RJT) 26,06 persen.

Dua pasangan lainnya untuk sementara hanya memperoleh suara dibawah 2 persen. Jumlah pemilih yang terdaftar di DPT berjumlah 264.193 yang tersebar di 566 TPS di 22 kecamatan.

Sumber