TOMBARIRI—Banjir bandang yang tiba-tiba menerjang kawasan pemukiman
warga di Desa Sarani Matani dan Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri
membuat warga tak sempat menyelamatkan benda-benda berharga mereka.
Robby Tiwow, warga Desa Sarani Matani mengaku terkejut, tak pikir panjang lagi dan langsung menyelamatkan buku pelajaran dan seragam sekolah milik anaknya. “Saya hanya bisa menyelamatkan seragam dan juga buku pelajaran anak saya sebelum rumah dibawa banjir bandang,” ujarnya.
Dituturkan Isye Kaparang, salah satu warga yang rumahnya hanyut dibawa banjir bandang, air sungai mulai naik sebatas betis orang dewasa pada pukul 06.00 Wita, kemudian surut pada pukul 06.30 Wita.
“Air hanya surut sementara waktu, pada pukul 07.15 wita tiba-tiba air sungai meluap sangat besar dan membawa puluhan batang pohon dan menghantam apa saja yang ada di depannya termasuk rumah penduduk dan juga talud yang ada di kiri dan kanan sungai,” ujar Kapatarang.
Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Minahasa pada Minggu (27/1) kemarin, membawa petaka bagi puluhan keluarga yang tinggal di Desa Sarani Matani, Desa Ranowangko dan Borgo di Kecamatan Tombariri.
Meluapnya Sungai Paniki di Desa Sarani Matani, telah menghanyutkan 4 rumah warga di Jaga I, dan sebagian gedung sekolah TK dan SD Santa Teresia. Luapan air sungai ini juga telah menggenangi puluhan rumah warga di Desa Sarani Matani.
Bukan hanya banjir, 3 rumah warga di Desa Ranowangko juga tertimbun longsor. Rumah personil anggota DPRD Minahasa Linda Sajow juga nyaris tertimbun tanah longsor.
Pantauan koran ini ruas jalan dari arah Amurang tepatnya di Desa Munte sampai di Desa Ranowangko, tertutup tanah longsor di 7 titik. Paling parah ruas jalan trans Sulawesi tepat di atas Desa Ranowangko yang nyaris putus dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Ruas jalan alternatif dari Amurang, Tumpaan, Tatapaan, Pinasungkulan, Kumu, Teling, Poopo dan keluar Ranowangko juga tertutup longsor sebanyak 6 titik, yang membuat kendaraan tidak bisa melintasinya. Demikian juga ruas jalan dari Tomohon, Tara-tara, Lemoh hingga Sarani Matani. Terdapat 6 titik longsor dan terparah di antara Desa Sarani Matani dan Lemoh, karena longsor yang menutup badan jalan mencapai 50 meter.
Sumber
Robby Tiwow, warga Desa Sarani Matani mengaku terkejut, tak pikir panjang lagi dan langsung menyelamatkan buku pelajaran dan seragam sekolah milik anaknya. “Saya hanya bisa menyelamatkan seragam dan juga buku pelajaran anak saya sebelum rumah dibawa banjir bandang,” ujarnya.
Dituturkan Isye Kaparang, salah satu warga yang rumahnya hanyut dibawa banjir bandang, air sungai mulai naik sebatas betis orang dewasa pada pukul 06.00 Wita, kemudian surut pada pukul 06.30 Wita.
“Air hanya surut sementara waktu, pada pukul 07.15 wita tiba-tiba air sungai meluap sangat besar dan membawa puluhan batang pohon dan menghantam apa saja yang ada di depannya termasuk rumah penduduk dan juga talud yang ada di kiri dan kanan sungai,” ujar Kapatarang.
Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Minahasa pada Minggu (27/1) kemarin, membawa petaka bagi puluhan keluarga yang tinggal di Desa Sarani Matani, Desa Ranowangko dan Borgo di Kecamatan Tombariri.
Meluapnya Sungai Paniki di Desa Sarani Matani, telah menghanyutkan 4 rumah warga di Jaga I, dan sebagian gedung sekolah TK dan SD Santa Teresia. Luapan air sungai ini juga telah menggenangi puluhan rumah warga di Desa Sarani Matani.
Bukan hanya banjir, 3 rumah warga di Desa Ranowangko juga tertimbun longsor. Rumah personil anggota DPRD Minahasa Linda Sajow juga nyaris tertimbun tanah longsor.
Pantauan koran ini ruas jalan dari arah Amurang tepatnya di Desa Munte sampai di Desa Ranowangko, tertutup tanah longsor di 7 titik. Paling parah ruas jalan trans Sulawesi tepat di atas Desa Ranowangko yang nyaris putus dan tidak dapat dilalui kendaraan.
Ruas jalan alternatif dari Amurang, Tumpaan, Tatapaan, Pinasungkulan, Kumu, Teling, Poopo dan keluar Ranowangko juga tertutup longsor sebanyak 6 titik, yang membuat kendaraan tidak bisa melintasinya. Demikian juga ruas jalan dari Tomohon, Tara-tara, Lemoh hingga Sarani Matani. Terdapat 6 titik longsor dan terparah di antara Desa Sarani Matani dan Lemoh, karena longsor yang menutup badan jalan mencapai 50 meter.
Sumber
Related Articel:
Lokal
- Warisan (harta karun) Bernilai Triliunan Rupiah
- 4 pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Mitra 2013
- LSM GM: Ada Honda Dadakan Lolos K-2
- Tumbelaka, Rumbay dan Rondonuwu Dikabarkan Merapat ke Demokrat
- Bencana Besar Mengancam
- Maringka dan Katuche tak Lolos Verifikasi Berkas
- Praja IPDN Sulut Tewas Saat Mengikuti Orientasi Kampus
- Verifikasi Berkas BaLon, Tim Penjaringan Upayakan Cepat
- 15 BaLon Kembalikan Berkas Pendaftaran
- Manguni versus Merpati: Tanggapan terhadap Polemik Logo Kabupaten Minahasa Tenggara
- 2013 Anggaran Mami Deprov Sulut 5,4 Miliar
- PAN, GOLKAR, PKPB INCAR MARON
- Saksi CNR-DJT Ringankan KPU dan JWS-IvanSa
- Saksi KPU Kuatkan JWS-IvanSa
- SBY Tugaskan SHS
- 7 Anggota Dekab Siap Cari Partai Baru
- Bupati Mantapkan PEMULIHAN
- ADD 2013 dan 2012 Sama NIlainya
- Harga Kopra Menukik
- 5 Warga Filipina Ditemukan di Perairan Minsel
- HomeBerita DaerahMinahasa TenggaraMaRon Bantu 1000 Kacamata untuk Warga MaRon Bantu 1000 Kacamata untuk Warga
- 12 Kacabdin Dikpora Terima Motnas
- PNS Tambah Libur Dijatuhi Sanksi
0 komentar:
Posting Komentar