Setiap orang pasti pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Ada yang mengatakan bahwa jatuh cinta itu berjuta rasanya. Cinta itu membutuhkan pengorbanan, itu bagi laki-laki yang tengah bersusah payah kala mengejar sang pujaan hati.
Seorang kawan rela menempuh perjalanan jauh demi menemui sang pacar yang berada di luar kota. Rasanya jarak tak lagi menjadi penghalang cinta mereka. Tidak ada yang sukar dan tak ada rasa lelah ketika itu sedang membara.
Anehnya, bila sudah menikah, perjuangan itu akan berkurang. Kawanku mengatakan bahwa ia merasa sangat malas bila harus berkunjung ke kota asal pujaan hatinya dulu.
Bagaimana dengan cinta kita pada Yesus? Masihkah kita berjuang untuk selalu mencintainya dan memprioritaskan Tuhan dalam kehidupan kita? Ataukah roh kita menjadi padam dan tak lagi menyala-nyala untuk melayani Dia? Cinta Tuhan tak pernah berkesudahan dalam hidup kita dan sekaranglah saatnya kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati dan jiwa selama kita masih diberi napas hidup.
Kidung Agung 8:7a
Related Articel:
- Menembus Ruang Dan Waktu
- Air Putih
- Mau Coba Berjudi?
- Madu Yang Berharga
- Apa Yang Dikerjakan Dalam Kehidupan?
- Apa Pekerjaan dalam Kehidupan?
- Di Pangkas Oleh Tuhan
- Jangan Tolak Kritikan
- Racun
- Jangan Bersembunyi !
- Mengapa Saya?
- Ketakutan Yang Menghancurkan
- Sejarah Gereja Advent Hari Ketujuh
- SEJARAH Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI)
- Sejarah Gereja Masehi Injili di Minahasa(GMIM)
- Roh Pun Tetap Menyembah
- Berkat Yang Berharga
- Misteri Kode 666 Pada Microchip yang Ditanam dalam Tubuh
- Tampil Beda itu Penting
- Damongilala: Milikilah Hati Sebagai Hamba
- Jangan Batasi Iman
- Pelan Tapi Pasti
- Kamu Kuatir??
- Maju Atau Mundur??
- Inilah Aku Tuhan
0 komentar:
Posting Komentar