Sebuah teknologi canggih akhirnya ditemukan oleh peneliti dari
Universitas Pittsburg yang memberikan kesuksesan terhadap wanita yang
telah lumpuh bertahun-tahun untuk mampu mendemonstrasikan pergerakkan
sebuah tangan robot dengan kendali otaknya.
Sebut saja Jan Scheuermann, seorang wanita yang telah mengalami kelumpuhan selama hampir sepuluh tahun lamanya, dan ditanami 2 chip mini berukuran 4mm di otaknya, pada sebuah area yang berfungsi untuk mengontrol tangan, dan area lainnya yang menghubungkan kepada saraf yang mengoperasikan fungsi bahunya.
Chip yang mengontrol ini memiliki 96-channel intracortical microeletrodes yang dihubungkan seacra langsung pada bagian tengkorak kepala Scheuermann hingga menembus kedalaman 1/16 inchi, seperti diwartakan dari Theregister, Selasa (18/12/2012).
Foto: Thelancet
“Aku tidak bisa berhenti untuk tersenyum, ini sangatlah keren. Saya
mampu menggerakkan sesuatu – bahkan saya tidak pernah menggerakkan
sesuatu selama kurang lebih 10 tahun ini.” Ungkap Scheuermann bahagia.Tim sendiri sebenarnya cukup merasa keheranan betapa cepatnya Scheuermann ini mampu mengontrol lengan robot dengan menggunakan Brain-Computer Interface (BCI). Dan dalam makalah yang diterbitkan Thelancet, bahwa Nona Scheuermann ini mampu menggenggam dengan tangan robotnya dalam waktu 2 hari pasca operasi otaknya, dan kini dia telah mampu untuk menggerakkan hampir keseluruhan lengan dengan tujuh sudut yang berbeda hingga lebih dari 90 persen dari satu waktu.
Scheuermann sendiri mengatakan bahwa kini dia sudah mencapai titik dimana dia tidak harus secara sadar untuk mengontrol dan menggerakkan tangan robotnya, yang dia sebut dengan Hector, hanya saja dia harus berpikir mengenai aksi target dan tangan dan lengan tersebut yang melakukan sisanya. Lucunya dia berjanji untuk bisa menyuapinya dengan sebatang cokelat.
“Sebuah gigitan kecil untuk seorang wanita, namun “gigitan” besar untuk BCI.” Ungkapnya ^^
Senior Professor Andrew Schwartz dari Department of Neurology di Pitt School of Medicine dalam sebuah pernyataannya mengungkapkan, “Ini adalah lompatan spektakuler terhadap fungsi besar dari kemandirian orang-orang yang tidak mampu untuk menggerakkan tangan mereka sendiri.”
Sebuah teknologi BCI yang memberikan harapan begitu besar ini masih akan terus dikembangkan mengingat fungsinya yang begitu membantu bagi para penyandang cacat didunia dan memberikan harapan masa depan yang lebih baik kepada mereka.
Sumber
Related Articel:
Teknologi
- Seberapa Penting Internet Bagi Pendidikan?
- Donasi Rp 4,8 Triliun dari Pendiri Facebook
- 10 Artikel Paling Banyak Dibaca di Wikipedia Indonesia
- Benarkah Large Hadron Collider Aktif 21 Desember 2012?
- Big Bang, Planet Bumi Terbentuk Lebih Awal
- Samsung Juara "Perangkat Pintar"
- Bos Samsung Setia Pakai Apple
- "Sungai Nil" Mengalir di Bulan Saturnus
- Jokowi Tokoh Terpopuler di Google
- Seberapa Cepat "Password" Anda Bisa Dibobol?
- Digempur 25 Kartu Grafis, Password "Kuat" Windows Bobol
- 4 Alasan AR Akan Mengubah Dunia
- Augmented Reality: Masa Depan Interaktivitas
- Sejarah Perkembangan Komputer
- Sejarah Mouse
- Sejarah Internet
- Penemu Ethernet
- Sejarah Teknologi
- Robot sub-marine belajar berenang bebas
- Bis Dengan Isi Ulang Secara Nirkabel
- 106 Password Terlarang di BlackBerry 10
- Antivirus Microsoft Gagal Dapatkan Lisensi
- Dampak Positif dan Negatif Jejaring Sosial Bagi Anak dan Remaja
- AMD Coba Hadang Intel di Segmen Menengah
0 komentar:
Posting Komentar