
"KPK saya rasa sudah
mengarah di jalan yang benar. Saya senang sudah digeledah
kontraktor-kontraktornya. Seharusnya hal ini sudah dilakukan KPK setahun
lalu saat kasus ini mencuat," ujar Rizal, Jumat (4/1/2013), dalam jumpa
pers di kantor Freedom Institute.
Seperti diketahui, penyidik KPK
melakukan penggeledahan di tiga lokasi terkait penyidikan kasus dugaan
korupsi proyek Hambalang. Tempat yang digeledah adalah rumah Wakil
Sekretaris Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat, Munadi
Herlambang, di Jalan Tanjung Barat Indah Blok 1/18 Jakarta Selatan.
Selain
rumah Munadi, dua tempat lain yang digeledah KPK adalah kantor PT
Wijaya Karya di Jalan DI Panjaitan Kavling 9, Cawang, Jakarta Timur, dan
di Kantor PT Adhi Karya di Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Penggeledahan
ini dilakukan untuk mencari bukti tambahan terkait penyidikan
Hambalang. Adapun Munadi Herlambang pernah diperiksa KPK sebagai saksi
dalam kasus Hambalang. Selain menjadi pengurus Partai Demokrat, Munadi
pernah menjadi salah satu pemegang saham di PT Dutasari Citralaras yang
menjadi subkontraktor PT Adhi Karya dalam proyek Hambalang.
"Dengan
adanya penggeledahan ini, KPK harusnya bisa lebih cepat karena mereka
mempunyai fungsi penyadapan hingga pemblokiran rekening," ucap Rizal.
Di
dalam perkara ini, KPK sudah menetapkan dua tersangka, yakni pejabat
pembuat komitmen (PPK) proyek Hambalang, Dedy Kusdinar; dan Menpora Andi
Mallarangeng.
Setelah Andi Mallarangeng ditetapkan sebagai
tersangka, Rizal kemudian membentuk tim khusus bernama "Elang Hitam"
untuk menelusuri kasus proyek Hambalang secara independen. Dari hasil
penelusuran itu, Rizal melihat persoalan Hambalang bermula dari
pencairan uang Rp 1,2 triliun yang dilakukan Menteri Keuangan Agus
Martowardojo meski tanpa dibubuhi tanda tangan Andi Mallarangeng selaku
Menpora dan Djoko Kirmanto selaku Menteri Pekerjaan Umum yang memberikan
rekomendasi teknis.
Sejak uang itu dicairkan, para kontraktor
yang menangani ini, salah satunya adalah PT Adhi Karya, justru mengeruk
keuntungan besar dengan melakukan mark-up dari 110-4.600 persen dalam harga satuan yang diajukan dalam penawaran. Rizal menuding bahwa pemain utama dalam mark-up besar-besaran ini adalah Direktur Adhi Karya Teuku Bagus.
"Dia (Teuku Bagus) adalah aktornya," ucapnya. Akibat mark-up
besar-besaran ini ditambah praktik korupsi lainnya di dalam proyek
Hambalang, negara pun dirugikan Rp 243,6 miliar.
Related Articel:
Politik
- Ruhut: Diisi Pengkhianat, Nasdem Bakal 'Nyungsep'
- Surya: Terserah JK, Mau atau Tidak Digaet NasDem
- Surya Paloh: Ini Salah-salah Bisa Disebut Haus Jabatan
- Surya Paloh: Hary Keluar, NasDem Jangan-jangan Lebih Hebat
- Partai Politik Lokal Minahasa
- JK: Indonesia Siap Dipimpin Presiden Non-Jawa
- PAN, GOLKAR, PKPB INCAR MARON
- Mengapa Roy Suryo Menjadi Menpora?
- Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2014
- Demokrat: Harus Putra-Putri Asli Mitra
- Presiden: Tak Ada Perombakan Kabinet
- Sumendap Harus Kerja Keras, Incumbent Masih Terkuat
- CNR-DJT Belum Menyerah
- THL Didorong untuk Mitra 1
- Siti Hartati Murdaya Menyetujui Adanya Pemberian Rp 1Miliar Untuk Bupati Amran Batalipu
- Demokrat Bukan 'SBY Fans Club'
- Terkuak Semua Lewat Rekaman Pembicaraan Mantan DPP Demokrat Hartati Murdaya
- Ruhut: Anas Tersangka, Aku Lengserkan 'Badut-badut' Itu!
- Mendagri: 70 Persen Pemekaran Daerah Gagal
- Angie Menyesal Masuk Politik
- DPP Demokrat Akui Ruhut Ganggu Soliditas Internal
- Di Tombatu Utara, Tak Terdaftar Dinyatakan Lulus
- Mega Puji Olly-SHS
- JWS-IvanSa Juara Pilkada Minahasa
Berita
- Inilah Program Prioritas Jokowi dalam APBD 2013
- Ruhut: Diisi Pengkhianat, Nasdem Bakal 'Nyungsep'
- Anas Urbaningrum Seperti Dilindungi Oleh Salah Satu Petinggi KPK
- Hasil Sidang Angelina Sondakh Akan Diperiksa Komisi Yudisial
- KPK Gali Peran Dari Choel Malarangeng Dan Menindak Lanjuti Pengakuannya
- Bencana Besar Mengancam
- Praja IPDN Sulut Tewas Saat Mengikuti Orientasi Kampus
- Surya: Terserah JK, Mau atau Tidak Digaet NasDem
- Surya Paloh: Ini Salah-salah Bisa Disebut Haus Jabatan
- Surya Paloh: Hary Keluar, NasDem Jangan-jangan Lebih Hebat
- Plt Sekjen DPR Winantuningtyastiti Langsung Mendapatkan Panggilan KPK Terkait Kasus DPID
- Hukuman Mati Di UU TIPIKOR
- JK: Indonesia Siap Dipimpin Presiden Non-Jawa
- Angelina Sondakh Masih Terima Gaji Rp 15,9 Juta dari DPR
- Prabowo Apresiasi Jokowi
- Prabowo : Rakyat Capek dengan Koruptor
- Tipikor Bareskrim Diberikan Tambahan Dana Rp 250 Miliar Untuk Pacu Kinerja
- Masa Cekal Dari Emir Moeis Di Perpanjang Oleh KPK
- Saksi CNR-DJT Ringankan KPU dan JWS-IvanSa
- KPK Datangi MA Dan MY Tak Terima Dengan Putusan Hakim Yang Ringan Untuk Angie
- Koruptor Sudah Tak Akan Jera Jika Vonisnya Bisa Seringan Angie
- KPK Ajukan Banding Untuk Kasus Angie Dan Inilah Alasannya
- Angie divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta
- Demokrat: Harus Putra-Putri Asli Mitra
0 komentar:
Posting Komentar