Selasa, 18 Desember 2012

Plat Cantik Mulai Ditertibkan

Intruksi Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy untuk segera menertibkan  plat nomor cantik atau nomor kendaraan tak sesuai kode wilayah registrasi, mulai ditindaklanjuti jajaran berkompeten. Terbukti perlahan-lahan plat cantik mulai ditertibkan.  

Dirlantas Polda Sulut Kombes Pol Dwi Gunawan melalui Kasubdit Regident AKBP Ronald Rumondor SIK Msi menandaskan, pihaknya mulai melakukan penyesuaian sistem penomoran kendaraan bermotor.

“Ini sesuai dengan  peraturan Polri nomor 5 tahun 2012, tentang registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor,” jelas putra Tomohon ini. “Sejak 12 Desember lalu, kepolisian mulai aktif melakukan penyesuaian plat nomor kendaraan,” lanjut Rumondor, Senin (17/12) kemarin.

Dia menjelaskan, tujuan ketetapan tersebut yaitu untuk menertibkan administrasi, mengendalikan dan mengawasi kendaraan bermotor di Sulut. “Serta untuk mempermudah penyidikan pelanggaran kejahatan,” jelasnya.

Sementara itu, tindakan tegas kepolisian tersebut juga bakal mengubah sejumlah plat nomor ‘cantik’ yang sebelumnya diduga sudah dipesan.  Eks Kasubdit Regident ABKP Y Budi Meidianto Sik MH, sebelumnya telah membantah akan adanya pesanan plat nomor ‘cantik’.

Namun, dia mengakui selama ini belum ada upaya yang tertata baik mengatasi hal tersebut. “Butuh waktu 5 tahun untuk menyempurnakannya,” tutur Meidianto beberapa waktu lalu. Proses penggatian plat nomor sendiri tidak melalui operasi tilang kepolisian, sebab penggantiannya akan dilakukan saat pemilik kendaraan membayar pajak setiap tahun.

Sumber

HAG-RJM Ajak Warga Hormati Putusan KPU

TONDANO— Jiwa ksatria dan kedewasaan berpolitik diperlihatkan duet Hangky A Gerungan (HAG)-Recky J Montong (RJM) dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Minahasa. Walau gagal dan hanya menempati posisi urutan tiga, keduanya dengan jiwa besar memberi selamat kepada pasangan Jantje Wowiling Sajow (JWS) dan Ivan Sarundajang (Ivansa).

HAG ketika dihubungi wartawan koran ini mengungkapkan, bersama RJM ia memberikan selamat kepada JWS-Ivansa yang dipercaya masyarakat Minahasa untuk memimpin 5 tahun ke depan. “Saya mengajak seluruh masyarakat Minahasa terlebih pendukung HAG-RJM untuk menghormati, menghargai dan mendukung putusan Komisi Pemilihan Umum (KPU),” ujar Gerungan.

Selain memberi selamat, HAG-RJM mengaku siap mendukung dan memberikan masukan pada JWS-Ivansa untuk kemajuan Minahasa. “Saya juga berharap agar masyarakat dan para pendukung calon untuk dapat selalu menjaga keamanan dan ketertiban,” tuturnya.

“Kita semua adalah saudara. Saat pesta demokrasi Pilbup memang ada perbedaan pilihan, namun sekarang mari kita bergandengan tangan untuk membangun Minahasa. Jangan kita nodai sukacita Natal ini dengan tindakan- tindakan yang dapat merugikan masyarakat, keluarga terlebih diri kita sendiri,” ajak HAG.

Hal sama disampaikan RJM. “Kepercayaan yang telah diberikan rakyat ini jangan dinodai. Kami siap memberi masukan dan mendukung kepemimpinan JWS-Ivansa untuk 5 tahun ke depan,” ujarnya. “Pemimpin Minahasa yang terpilih saat ini adalah pemimpin yang diberikan Tuhan melalui restu masyarakat,” sambung mantan bendahara sinode GMIM ini.

Denny J Tombeng sendiri ketika dihubungi wartawan koran ini tidak berkomentar lebih. Ketika ditanya bagaimana tanggapannya terhadap hasil pleno KPU yang memenangkan duet JWS-Ivansa hanya berujar singkat. “Kita lihat saja perkembangan selanjutnya.”

Calon bupati terpilih Jantje Wowiling Sajow (JWS) ketika dimintai tanggapannya semalam di sela-sela perayaan kemenangan di Sekretariat Kelurahan Roong mengaku bersyukur karena demokrasi di Minahasa sudah berjalan secara baik dan aman.

“Terima kasih saya panjatkan kepada para aparat kepolisian dan TNI yang telah bertugas mengamankan pelaksanaan Pilbup mulai dari tahapan, kampanye,  pemungutan suara dan pleno hari ini,” tutur JWS.

Ia berharap semua pihak menghormati putusan rakyat yang disampaikan lewat pleno KPU, serta menunjukkan komitmen siap kalah dan memang. “Secara pribadi saya berterima-kasih kepada Pemerintah Kabupaten Minahasa dalam hal ini bupati dan masyarakat yang telah banyak memberi dukungan terhadap pelaksanaan Pilbup di tanah Toar Lumimuut,” ujar JWS.

Di tempat yang sama calon Wakil Bupati Ivan Sarundajang menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada masyarakat Minahasa yang telah mempercayakan dirinya bersama JWS memimpin Minahasa.

“Saya mengajak semua komponen baik itu pasangan calon lainnya dan para pendukung mereka untuk merapatkan barisan bersama JWS-Ivansa membangun Minahasa lebih baik,” katanya.

“Tanggalkan perbedaan yang terjadi selama tahapan pemilihan. Proses sudah selesai, saat ini mari bersama-sama memberi diri untuk Kabupaten Minahasa. Jauhi perselisihan dan perbedaan yang menyebabkan kita terkotak-kotak,” ajak Ivansa.

Sumber

Disnaker Mitra Tindaklanjuti Edaran Gubernur Terkait THR

Sebagai tindak lanjut atas surat edaran Gubernur Sulut, terkait Keputusan Bersama Menteri Agama (Mendag) dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Mennakertrans) serta Peraturan Mennakertrans Nomor 4/Men/1994 tentang Tunjangan Hari Raya (THR), Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) langsung menyurati sejumlah pimpinan/pengurus Perusahaan Swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Usaha Perorangan, Koperasi dan Yayasan di Mitra.

Surat yang telah dilayangkan semenjak beberapa hari lalu itu, kata Sekretaris Disnakertransos, Drs Engelbert Kawulusan, pada intinya adalah penegasan kembali kepada semua pimpinan perusahaan atau jenis usaha yang memiliki karyawan sebagai alat produksi usahanya, untuk memenuhi kewajiban memberikan THR kepada para karyawannya yang akan merayakan Natal dan Tahun Baru. “Pada intinya surat edaran itu, memerintahkan perusahaan yang ada karyawannya untuk memberikan THR sesuai aturan yang ada,” katanya kepada Tribun Manado, Selasa (18/12/2012).

Menurut Kawulusan, sesuai data yang ada Disnakertransos, di Mitra belum ada perusahaan yang besar yang mempekerjakan karyawan banyak, namun pihaknya tetap menyurati perusahaan, koperasi, yayasan dan usaha perorangan yang mempunyai karyawan. Harapannya 30 badan usaha yang disurati itu, dapat melaksanakan kewajibannya dengan memberikan THR kepada karyawannya. “Kami berharap badan usaha yang disurati itu dapat memenuhi kewajibannya untuk membayar THR. Jika tidak pasti ada sanksi yang akan diberikan,” tegasnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Permennakertrans Nomor 4/Men/1994 tentang Pedoman pemberian THR keagamaan, Perusahaan wajib menyerahkan THR keagamaan bagi setiap pekerja yang telah mempunyai masa kerja tiga bulan secara terus menerus atau lebih. Besarnya tunjangan itu adalah, senilai satu bulan gaji untuk pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih. Pemberian THR disesuikan dengan hari raya keagamaan masing-masing pekerja dan diberikan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan pekerja yang bersangkutan. Dengan persetujuan pekerja, THR dapat diberikan dalam bentuk bahan natura, terkecuali minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang, dengan ketentuan tidak boleh melebihi 25 % dari nilai THR yang menjadi hak pekerja.

ADD 2012 Didesak Segera Dicairkan

Meski tahun 2012 ini tinggal menghitung hari segera berakhir. Namun Alokasi Dana Desa (ADD) triwulan III, Tahun 2012 belum dicairkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra). Tak pelak, sejumlah kalanganpun mendesak Pemkab Mitra, tepatnya Bupati Telly Tjanggulung (T2) segera mencairkan AD tersebut. 
“Kami minta Bupati segera mencairkan dana buat pembangunan desa itu, mengingat tinggal menghitung hari tahun ini segera berakhir,” ujar Ketua LSM Gemma Mitra Vydi Ngantung saat dihubungi via ponselnya, pada Senin (17/12) kemarin.

Menurut Ngantung, jika ADD tersebut dicairkan masih dapat digunakan untuk pengadaan pembangunan fisik di desa. Sebab masih ada waktu beberapa hari ke depan untuk pengadaan beberapa proyek fisik di desa. Tapi jika pencairan ADD tersebut ditunda, maka akan menghambat pembangunan yang sedang berjalan di desa tersebut. Sebab dana ADD ini merupakan salah satu sumber pembiayaan untuk pembangunan fisik di desa. “Ini juga merupakan desakan dari masyarakat,” ujar Ngantung.
Sementara Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Mitra Drs Desten Katiandagho SH yang dikonfirmasi melalui Sekretaris Novry raco SSos mengatakan, pencairan ADD triwulan III Tahun 2012 sedang berproses di Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Mitra. Di mana sedikitnya 92 desa/kelurahan segera dicairkan. “Jadi ada 92 desa segera menerima ADD,” ujarnya. Pun Raco mendesak desadesa memasukkan SPJ di Kantor BPMPD Mitra.
Sebab pencairan ADD triwulan III tergantung SPJ. Ditambahkan Raco, pihaknya sudah berulangkali mengimbau para Hukumtua/Lurah untuk secepatnya memasukkan SPJ penggunaan ADD tahap sebelumnya. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat proses penyaluran ADD tahap berikutnya. Sehingga di saat SPJ sudah masuk, maka Inspektorat bisa turun lapangan melakukan verifikasi. Dan hasil verifikasi itu, Inspektorat mengeluarkan rekomendasi. Selanjutnya, ADD bisa diproses dan dicairkan kepada desa/kelurahan itu. “Jadi desa lebih dulu memasukkan SPJ, pasti lebih dulu diproses,” tegasnya.

Senin, 17 Desember 2012

Siti Hartati Murdaya Menyetujui Adanya Pemberian Rp 1Miliar Untuk Bupati Amran Batalipu

Pemilik PT Hardaya Inti Plantation (HIP) Siti Hartati Murdaya menyetujui adanya pemberian Rp 1miliar untuk Bupati Amran Batalipu. Hal itu diakui Financial Controller PT HIP, Arim saat bersaksi untuk terdakwa Hartati Murdaya terkait kasus dugaan suap Hak Guna Usaha(HGU) perkebunan sawit, di pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (17/12/2012). Kendati demikian, Arim mengklaim jika pemberian uang tersebut bukan untuk Bupati Buol, Amran Batalipu sebagai suap pengurusan Hak Guna usaha menggarap lahan seluas 4.500 hektare di kabupaten Buol. Tetapi untuk dibagi ke masyarakat sebagai bantuan sosial pengamanan perusahaannya yang saat itu sedang diblokade oleh para warga.
“Ketika bertemu Pak Amran memang Ibu (Hartati) membicarakan masalah keamanan pabrik, dan Ibu minta bantuan Pak Amran untuk mengendalikan keadaan. Saya tahunya uang itu (Rp 1 miliar) cuma buat membayar pengamanan kebun yang saat itu sedang diduduki oleh preman,” kata Arim saat bersaksi. Menurut Arim, Bupati Amran Batalipu setuju membantu pengamanan perusahaan. Namun, dibutuhkan biaya sehingga Amran minta dana ke Hartati yang lalu disetujui Rp 1 milyar. Sementara itu, Direktur di PT HIP, Totok Listiyo yang juga bersaksi untuk terdakwa Hartati mengungkapkan jika pemberian Rp 2 miliar untuk Amran Batalipu yang diberikan olehnya tanpa perintah Hartati. “Memang ada permintaan dana dari Pak Amran saat bertemu dengan Ibu (Hartati) di Lobi Grand Hyatt pada 11 Juni 2012. Pak Amran minta Rp 3 miliar. Saat itu Ibu memang  tidak menyatakan menyanggupi,” ujar Totok.
Meski demikian, Totok tetap memerintahkan Arim untuk menyiapkan Rp 2 miliar untuk bantuan pemilu kada kepada Amran. Bantuan itu, kata Totok, harus diberikan karena dia khawatir nanti perusahaan akan kembali mendapat gangguan jika Amran menang dalam pemilu kada. “Jadi tidak ada jalan lain harus membantu dulu supaya perusahaan kita bisa selamat. Saya tidak melapor dan tidak menyampaikannya kepada Ibu,” jelasnya. Pernyataan keduanya berbeda dengan rekaman pembicaraan hasil penyadapan tim KPK antara Arim dan Hartati. Dimana dalam rekaman tersebut uang itu diketahui buat mengurus sertifikat Izin Lahan, Hak Guna Usaha, dan Izin Usaha Perkebunan milik PT Sebuku Inti Plantation dan PT Cipta Cakra Murdaya. Hartati dan Arim, dalam rekaman itu, sudah tahu akan memberikan uang Rp 3 miliar secara bertahap. Mereka bahkan menggunakan bahasa kode satu kilo dan dua kilo. Uang itu juga bertujuan agar Amran tidak menerbitkan sertifikat izin lahan kepada PT Sonokeling Buana, perusahaan milik Artalyta Suryani alias Ayin. Dimana Direkturnya adalah Rommy Dharma Setiawan yang nitabennya adalah anak Ayin.
Sementara itu, dalam surat dakwaan dibacakan jaksa penuntut umum pada KPK, pada Maret sampai Juni 2012, diketahui jika Hartati selaku pemilik PT Hardaya Inti Plantation, PT Cipta Cakra Murdaya, dan PT Sebuku Inti Plantation bersama-sama dengan Direktur Operasional PT Hardaya Inti Plantation Gondo Sudjono Notohadi Susilo, general Manager Supporting PT HIP Yani Anshori, Direktur Utama PT HIP Totok Lestiyo, dan Direktur Keuangan PT HIP Arim memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam hal ini mantan Bupati Buol, Amran Abdullah Batalipu. “Hartati Murdaya memerintahkan pemberian uang sebesar Rp 1 miliar lewat Gondo Sudjono dan sebesar Rp 2 miliar lewat Arim, sehingga semuanya berjumlah Rp 3 miliar kepada Amran Abdullah Batalipu. Uang itu diberikan agar Amran mau mengusahakan penerbitan sertifikat Hak Guna Usaha lahan kelapa sawit sebesar 75 ribu hektar milik PT Hardaya Inti Plantation dan Izin Usaha Perkebunan lahan kelapa sawit seluas 4500 hektar yang diajukan PT Cipta Cakra Murdaya di Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah,” ucap Jaksa I Kadek Wiradana saat membacakan surat dakwaan.
Hartati menyuap Amran agar secepatnya menyurati Gubernur Sulawesi Tengah dan membuat surat rekomendasi kepada Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia terkait izin HGU dan IUP perusahaan milik Hartati. Jaksa Penuntut Umum KPK menyusun surat dakwaan Hartati Murdaya dalam bentuk alternatif. Pertama, dia dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf (a) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-(1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ancaman maksimalnya pidana penjara selama lima tahun dan denda Rp 250 juta. Hartati juga dijerat dengan Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman maksimalnya pidana penjara tiga tahun dan denda Rp 150 juta.

Samsung Juara "Perangkat Pintar"

Dalam sebuah laporan terbaru, lembaga riset IDC memberikan informasi soal keadaan pasar "smart connected device" - yaitu sebuah kategori yang mencakup komputer PC, laptop, tablet, dan smartphone- di kuartal ketiga 2012.

Temuan IDC menunjukkan bahwa pasar connected device secara global mengalami pertumbuhan year-on-year sebesar 27,1 persen di kuartal ketiga.

Samsung dan Apple tampil di urutan terdepan, masing-masing menempati posisi pertama dan kedua dalam hal jumlah pengiriman unit dan pangsa pasar.

Soal jumlah pengiriman kategori "connected device" ini, Samsung memimpin dengan 66,1 juta unit, disusul Apple dengan 45,8 juta unit. Kendati demikian, produk Apple memiliki nilai yang lebih tinggi.

"Harga jual rata-rata produk Apple 310 dollar AS lebih tinggi dari Samsung, tapi angka pengirimannya hanya berselisih 20 juta unit. Ini melambangkan kekuatan lini produk premium yang dijual Apple," ujar analis IDC Ryan Reith dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Cnet.

Artinya, konsumen tetap membeli produk Apple biarpun harganya mahal.

"Sementara itu, HP yang menarik diri dari pasar gadget mengalami penurunan market share dari 7,4 persen di kuartal ketiga 2011 menjadi 4,6 persen di kuartal ketiga 2012. Dalam kurun waktu itu jumlah shipment HP turun 20,5 persen," tulis IDC dalam laporannya.

HP memang masih mengandalkan produk PC tradisionalnya, berbeda dengan Apple dan Samsung yang telah memindahkan fokus ke smartphone dan perangkat tablet.

Lalu, bagaimana dengan tren pasar di masa depan? PC desktop dan laptop menguasai 39,1 persen pasar Connected Device tahun 2011. Pada 2016, IDC memprediksi angka tersebut akan turun menjadi tinggal 19,9 persen.

Sementara itu, smartphone disebut akan menjadi kategori produk yang "paling disukai", dengan penguasaan pasar 53,1 persen pada 2011 yang diprediksi akan tumbuh menjadi 66,7 persen di 2016. Dalam periode waktu yang sama, pangsa pasar perangkat tablet diperkirakan tumbuh dari 7,7 persen menjadi 13,4 persen.

IDC Worldwide Quarterly Smart Connected Device Tracker, 10 Desember, 2012

Bos Samsung Setia Pakai Apple

Chief Strategy Officer Samsung Young Sohn, pimpinan Samsung dalam usahanya mengembangkan inovasi dan strategi secara global tersebut, adalah pengguna setia produk-produk Apple.

"Saya pikir kekuatan Apple bukan hanya terletak pada produknya, melainkan juga pada ekosistemnya yang disukai konsumen, seperti iCloud. Saya senang bahwa keluarga saya yang berada 6.000 mil jauhnya di Korea bisa senantiasa memantau jadwal berikut para kontak dan foto-foto saya. Ini membuat ketergantungan, tetapi arsitekturnya jelas hanya bisa dipakai Apple (proprietary)", ujar Young seperti dikutip dari Technology Review.

Dia mengaku selalu menggunakan komputer Mac, smartphone iPhone, dan tablet iPad, di samping perangkat seri Galaxy milik perusahaannya sendiri.

"Galaxy Nexus adalah smartphone yang lebih baik, menurut saya. Layarnya lebih bagus, kinerjanya pun kencang, tetapi pada akhirnya ekosistemlah yang paling penting," kata Young.

Menurutnya, masa depan teknologi terletak pada teknologi cloud, big data, ekosistem mobile, dan infrastruktur enterprise. Ke area-area itulah Young akan mengarahkan perusahaannya. Samsung meningkatkan investasi serta usaha riset dan development untuk menarik entrepreneur serta rekanan untuk membangun dan mendukung platform dan ekosistem Samsung.

Sementara itu, barang-barang Apple betebaran di rumahnya. Kala bekerja di kantor, Young memakai produk-produk Samsung. Adanya dua jenis sistem yang berbeda itu diakuinya sedikit membuat bingung.

"Saya harus mencari tahu bagaimana caranya menyinkronisasikan semua kontak dan jadwal saya di kedua sistem itu. Agak merepotkan, tapi ternyata bisa dilakukan," pungkas Young.
Samsung Electronics adalah produsen perangkat mobile terbesar dengan angka penjualan 98 juta unit dan penguasaan pasar global 22,9 persen di kuartal ketiga 2012. Demikian menurut data dari Gartner.

Namun, Samsung belum bisa berpuas diri. Di tengah ancaman dari pesaingnya, Apple, yang berniat memblokir impor produk-produknya di Amerika Serikat terkait tuntutan pelanggaran paten, raksasa elektronik asal Korea Selatan ini berusaha mengubah citranya dari "pengikut", menjadi "inovator" dalam dunia consumer technology.

Samsung pun menggiatkan investasi teknologinya, termasuk dengan mendirikan dua gedung riset dan pengembangan baru di Silicon Valley, Amerika Serikat, yang akan diawaki 2.000 orang karyawan.