BITUNG-Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) kembali
mendapat tugas kehormatan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Yaitu Presiden menugaskan khusus SHS untuk mengirim bantuan Indonesia
buat korban bencana taufan Bopha Thypoon di Wilayah Palawan dan
Mindanao, Philipina Selatan.
Karena itu, SHS segera menjalankan kepercayaan tersebut dengan memastikan dan melepas bantuan yang dibawa oleh KRI Makassar. Kapal perang itu, Jumat (11/1) kemarin, bertolak dari Pelabuhan Internasional Bitung menuju Mindanao.
Gubernur kepada wartawan mengatakan, pada 4 Desember 2012 lalu, delapan Provinsi di wilayah Palawan dan Mindanao dilanda bencana topan Bopha. Titik topan yang berada di 70 kilometer sebelah selatan Tagbiliran City, menerjang 207 kota dengan kekuatan 160 Km/jam.
Akibat dari badai tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, harta benda serta infrasturktur daerah mengalami rusak parah. ‘’Kurang lebih 600-an orang meninggal 3000-an orang luka-luka dan 500-an orang masih belum ditemukan. Di samping itu juga menimbulkan kerusakan 30.000-an rumah tempat tinggal dan sarana prasarana umum akibat diterjang angin topan berkecepatan 160 kph,’’ ujar Sarundajang.
‘’Karena itu sebagai bentuk solidaritas sekaligus wujud komitmen kemanusiaan yang tinggi antar negara tetangga serta sesama Negara ASEAN (Asean Community), maka pemerintah RI mengirimkan bantuan kepada pemerintah Philipina,’’ tambah SHS.
Sebelumnya lanjut SHS, Pemerintah RI telah memberikan bantuan dana sebesar 1 Juta US Dollar melalui Panglima TNI Laksamana Agus Suhatono. Kemudian disusul lagi makanan obat-obatan yang diberikan oleh Menko Kesra Agung Laksono beserta rombongan kepada Pemerintah Philipina serta berbagai bentuk bantuan lainnya. ‘
Tetapi Pemerintah Philipina hingga kini masih cukup kesulitan dan membutuhkan penguatan dalam menangani dampak bencana tersebut,’’ jelasnya. Untuk itu SHS berharap, kiranya bantuan yang diberikan Pemerintah RI, akan bermanfaat guna membantu rakyat Philipina yang terkena musibah tersebut.
Kepala BPBD Sulut Ir Hoyke Makarawung didampingi Kepala Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo Benhur Ngkaimi menambahkan, pengiriman bantuan beras yang diangkut KRI Makassar saat ini baru 1.700 ton, sementara untuk 300 ton akan menyusul dengan kapal berikut. Alasannya, KRI Makassar tidak mampu membawa sekaligus bantuan 2 ribu ton, sehingga sisanya menyusul minggu ini juga,’’ jelas Makarawung dan Ngkaimi.
Karena itu, SHS segera menjalankan kepercayaan tersebut dengan memastikan dan melepas bantuan yang dibawa oleh KRI Makassar. Kapal perang itu, Jumat (11/1) kemarin, bertolak dari Pelabuhan Internasional Bitung menuju Mindanao.
Gubernur kepada wartawan mengatakan, pada 4 Desember 2012 lalu, delapan Provinsi di wilayah Palawan dan Mindanao dilanda bencana topan Bopha. Titik topan yang berada di 70 kilometer sebelah selatan Tagbiliran City, menerjang 207 kota dengan kekuatan 160 Km/jam.
Akibat dari badai tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, harta benda serta infrasturktur daerah mengalami rusak parah. ‘’Kurang lebih 600-an orang meninggal 3000-an orang luka-luka dan 500-an orang masih belum ditemukan. Di samping itu juga menimbulkan kerusakan 30.000-an rumah tempat tinggal dan sarana prasarana umum akibat diterjang angin topan berkecepatan 160 kph,’’ ujar Sarundajang.
‘’Karena itu sebagai bentuk solidaritas sekaligus wujud komitmen kemanusiaan yang tinggi antar negara tetangga serta sesama Negara ASEAN (Asean Community), maka pemerintah RI mengirimkan bantuan kepada pemerintah Philipina,’’ tambah SHS.
Sebelumnya lanjut SHS, Pemerintah RI telah memberikan bantuan dana sebesar 1 Juta US Dollar melalui Panglima TNI Laksamana Agus Suhatono. Kemudian disusul lagi makanan obat-obatan yang diberikan oleh Menko Kesra Agung Laksono beserta rombongan kepada Pemerintah Philipina serta berbagai bentuk bantuan lainnya. ‘
Tetapi Pemerintah Philipina hingga kini masih cukup kesulitan dan membutuhkan penguatan dalam menangani dampak bencana tersebut,’’ jelasnya. Untuk itu SHS berharap, kiranya bantuan yang diberikan Pemerintah RI, akan bermanfaat guna membantu rakyat Philipina yang terkena musibah tersebut.
Kepala BPBD Sulut Ir Hoyke Makarawung didampingi Kepala Perum Bulog Divre Sulut dan Gorontalo Benhur Ngkaimi menambahkan, pengiriman bantuan beras yang diangkut KRI Makassar saat ini baru 1.700 ton, sementara untuk 300 ton akan menyusul dengan kapal berikut. Alasannya, KRI Makassar tidak mampu membawa sekaligus bantuan 2 ribu ton, sehingga sisanya menyusul minggu ini juga,’’ jelas Makarawung dan Ngkaimi.
Related Articel:
Lokal
- Warisan (harta karun) Bernilai Triliunan Rupiah
- 4 pasang calon Bupati dan Wakil Bupati Mitra 2013
- LSM GM: Ada Honda Dadakan Lolos K-2
- Tumbelaka, Rumbay dan Rondonuwu Dikabarkan Merapat ke Demokrat
- Banjir Bandang Terjang Tombariri
- Bencana Besar Mengancam
- Maringka dan Katuche tak Lolos Verifikasi Berkas
- Praja IPDN Sulut Tewas Saat Mengikuti Orientasi Kampus
- Verifikasi Berkas BaLon, Tim Penjaringan Upayakan Cepat
- 15 BaLon Kembalikan Berkas Pendaftaran
- Manguni versus Merpati: Tanggapan terhadap Polemik Logo Kabupaten Minahasa Tenggara
- 2013 Anggaran Mami Deprov Sulut 5,4 Miliar
- PAN, GOLKAR, PKPB INCAR MARON
- Saksi CNR-DJT Ringankan KPU dan JWS-IvanSa
- Saksi KPU Kuatkan JWS-IvanSa
- 7 Anggota Dekab Siap Cari Partai Baru
- Bupati Mantapkan PEMULIHAN
- ADD 2013 dan 2012 Sama NIlainya
- Harga Kopra Menukik
- 5 Warga Filipina Ditemukan di Perairan Minsel
- HomeBerita DaerahMinahasa TenggaraMaRon Bantu 1000 Kacamata untuk Warga MaRon Bantu 1000 Kacamata untuk Warga
- 12 Kacabdin Dikpora Terima Motnas
- PNS Tambah Libur Dijatuhi Sanksi
0 komentar:
Posting Komentar