Sabtu, 01 Desember 2012

Mitra Torehkan Prestasi Gemilang di Bidang Peternakan

Torehan prestasi terus digapai pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dibawah kepemimpinan bupati Telly Tjanggulung. Mengikuti Lomba Ternak Tahunan (LTT) tingkat Provinsi Sulut, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) melalui kelompok ternak binaan berhasil menyabet sejumlah nomor pada beberapa kategori lomba.
Akan hasil ini, kelompok ternak babi, sapi, kambing juga ternak unggas yang diukuti kelompok gema Naviri Tolombukan, Pelangi Jaya Tolombukan 1, Senayan Indah Silian dan Sumber Rejeki Tumbak, menerima penghargaan dari Wakil Menteri Pertanian DR Rusman Heriawan, yang dilaksanakan Rabu (28/11) di kecamatan Langowan Barat, Minahasa.
“Keberhasilan yang didapat kabupaten Mitra tak lain merupakan hasil kerja keras semua pihak, terutama para peternak. Selain itu tentu berkat topangan dari bupati Telly tjanggulung, yang terus memberikan bimbingan, arahan serta bantuan dana maupun bantuan-bantuan lainnya kepada para peternak,” ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Ir Adrianus Tinungki MSi, M.Eng didampingi Kabid Peternakan Ir Ratnajati Asnawi.
Lanjutnya, dengan capaian ini diharapakan menjadi motivasi bagi peternak untuk lebih bekerja keras mengembangkan peternakan pribadi maupun kelompok, agar kedepan hasil yang didapat bisa melebihi hasil dari sebelumnya. “Semoga di LTT tahun berikutnya, kelompok peternak Mitra akan lebih banyak menyumbangkan prestasi untuk nama baik kabupaten Mitra,” harap calon Sekda Mitra ini.

Tim TAPD Mitra Jadi Bulan-bulanan

Tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Minahasa Tenggara menjadi bulan-bulannanya Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mitra. Pasanya tim yang diketuai oleh Sekretaris Daerah, Freddy Lendo itu tak henti-hentinya diserang dengan sejumlah pertanyaan kritis dari para anggota banggar, Kamis (29/11).

Rapat yang mengagendakan pembahasan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD-P) 2012 dan bersifat terbuka untuk umum itu, nampaknya dimanfaatkan oleh banggar DPRD untuk buka-bukaan terkait polemik tunjangan kinerja daerah (TKD) yang sudah menimbulkan dampak keresahan bagi para aparatur pegawai negeri sipil (PNS) akibat tak kunjung direalisasikan.

Kisman Hala, satu diantara anggota banggar yang hadir dalam rapat tersebut, secara tegas mengkritisi TAPD yang secara sepihak, melakukan perubahan dan mengganti pos anggaran yang telah ditetapkan, akibatnya sejumlah pos anggaran yang telah direncanakan tak bisa biayai, contohnya TKD yang masuk belanja aparatur. “Akibat pergantian pos anggaram, TKD yang sudah ditata 12 bulan, tak bisa lagi dibayarkan. Kami pun dituding oleh masyarakat sebagai kambing hitam. Padahal semua kesalahan TAPD,” tegasnya.

Menurut Kisman, banggar mempertanyakan alasan TAPD melakukan perubahan pos anggaran tanpa mengikuti arahan pemerintah provinsi. Sebab dari hasil konsultasi dengan pihak provinsi, pemkab disarankan agar memenuhi ketentuan prosesntasi sebagaimana diatur dalam permendagri, dimana karena dana terbatas, maka kekurangan yang ada diambil dari pos belanja pengadaan lahan. Namun anehnya TAPD justru mengambil pos anggaran TKD, sehingga TKD tak bisa dibayarkan. “Padahal dalam APBD Induk, TKD sudah ditata 12 bulan, namun karena TAPD telah menggeser anggaran TKD untuk belanja lainnya, maka jadinya seperti ini,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Adri Mokat, anggota banggar lainnya secara tegas menuding TAPD maupun secara keseluruhan pihak eksekutif, telah melakukan pelanggaran atas kebijakan umum, dalam hal ini Perda. Bahkan kata Mokat, ada beberapa Peraturan Bupati (Perbup) telah bertentangan dengan Perda. “Ini jelas pelanggaran hukum, sebab dalam hirarki perundang-undangan, Perbup berada di bawah Perda, sehingga tidak bolah bertentangan dengan Perda. Namun anehnya di Mitra hal itu sering terjadi,” miris mantan sekda Mitra ini.

Selain itu kata Mokat, TAPD telah melakukan pelanggaran administrasi, karena TKD yang sumbernya dari Dana Alokasi Umum (DAU) justru diarahkan pada dana hibah dari Kabupaten Induk yakni Minahasa Selatan yang belum jelas realisasinya. “Sesuai aturan, belanja aparatur bersumber dari DAU, namun yang dilakukan oleh pemkab lain dan berharap dari hibah dari pemkab Minsel, akibatnya seperti saat ini,” ungkapnya.

Delly Mokaluw, wakil ketua DPRD pada kesempatan itu ikut mempertanyakan sikap TAPD yang secara sepihak melakukan perubahan pos anggaran yang ujung-ujungnya berakibat pada tidak terbayarnya TKD untuk aparatur PNS di Mitra. Namun mirisnya menurut dia, Bupati dalam sebuah kesempatan, ikut membagi-bagikan uang kepada para guru. “Saya prihatin dengan kondisi sekarang ini. Disatu sisi daerah tak mampu bayar TKD, karena danannya sudah digeser untuk pos lain, disisi lain Bupati ternyata ikut bagi-bagi uang. Padahal sejumlah PNS menunggu hak yang resmi mesti mereka dapat,” ujarnya miris.

Mendatap serangan dari banggar DPRD, TAPD pun tampak bingung dan kewalahan menjawab pertanyaan maupun tudingan dari banggar. Sesekali mereka tampak sambil berbisik berdiskusi kecil sebelum menjawab.

Sementara itu Ketua DPRD, Tonny Lasut dalam kesempatan itu, ikut menyinggung masalah pergeseran anggaran yang akirnya menimbulkan masalah baru yang kini tengah ditangani aparat penegak hukum. “Contohnya masalah pengadaan lahan stadion yang sebelumnya tak dialokasikan dalam APBD, kini sudah ditangani pihak penegak hukum,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan dan tudingan anggota banggar DPRD, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD), Arie Wua menjelaskan bahwa pergeseran anggaran yang dilakukan atas usulan dari masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Terkait dana TKD, ia mengakui bahwa dana yang telah diposkan untuk TKD telah digunakan untuk belanja lainnya, dengan asumsi akan diganti oleh pemasukan dari pos dana hibah dari Minsel. “Karena pemasukan dari dana hibah tak sesuai dengan perencanaan awal, maka kami akan melihat pos-pos mana yang memungkinkan untuk digeser buat TKD,” jelasnya.

Sumber

Antrean Jeriken Masih Terjadi di SPBU Ratahan

Fenomena antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di beberapa daerah di Sulut, tidak terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Meski hanya memiliki dua SPBU yakni SPBU Ratahan dan SPBU Tababo, antrean panjang belum terjadi.

Dari hasil pantauan Tribun Manado, antrean panjang justru jeriken berbagai ukuran. Seorang operator di SPBU Ratahan tampak santai mengisi jeriken-jeriken yang dimuat di atas sepeda motor, bentor dan mobil bak terbuka milik sejumlah warga.

Operator itu mengaku jeriken-jeriken tersebut milik warga dari sejumlah wilayah yang jaraknya jauh dari Ratahan. "Ini mereka yang datang dari jauh," katanya.

Pengelola SPBU, Ronald Kandoli mengatakan, warga yang mengisi BBM dalam jeriken tinggal di daerah pelosok Minahasa Tenggara. Mereka  mengantongi izin dari kepala desa setempat. "Kampung mereka jauh dan ada izin jadi dibolehkan," ujar Ronald yang juga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mitra ini.

Terkait instruksi Gubernur yang melarang mobil plat merah melakukan pengisian Premium atau BBM bersubsidi di SPBU miliknya, Kandoli mengaku melayaninya karena Pemkab tidak melarang hal itu. "Pemkab kan tidak mengatur larangan mobil plat merah mengisi premium," katanya.

Rapat Paripurna LPJ Bupati Mitra Batal Digelar

Rapat paripurna penetapan peraturan daerah (Perda) tentang Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kepala Daerah, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), tahun anggaran 2012 yang diagendakan digelar Jumat (30/11), batal digelar. Batalnya sidang tersebut disebabkan oleh tidak korumnya sidang, karena sebagian besar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mitra memilih pulang duluan sebelum rapat dimulai. Yang tertinggal di gedung DPRD hanya empat orang anggota dan dua orang pimpinan dewan.

Karena tak korum Ketua DPRD Tonny Lasut yang memimpin sidang pada saat itu memutuskan rapat paripurna tak bisa dilaksanakan, sebab jika merujuk pada tata tertib dewan, kehadiran empat anggota ditambah dua pimpinan dewan, belum memenuhi ketentuan korum. "Karena kondisinya seperti saat ini, maka rapat paripurna yang telah diagendakan ini, tak bisa dilaksanakan," ujarnya kepada anggota dan tamu undangan yang hadir.

Lasut kemudian menjelaskan bahwa, sebetulnya batas akhir penetapan ranperda LPJ adalah hari itu, namun karena belum bisa dilaksanakan, maka sesuai ketentuan permendagri, LPJ Bupati tersebut, nanti akan dikonsultasikan dengan pihak pemerintah provinsi (Pemprov) yang berwenang mengevaluasi perda kabupaten/kota. "Karena tak memungkinkan ditetapkan dalam rapat paripurna, maka sesuai permendagri, tinggal akan dikonsultasikan ke Pemprov," jelasnya.

Seperti diketahui, sidang awalnya direncanakan dimulai pukul 14.00 Wita, namun karena Bupati, Telly Tjanggulung, belum bisa hadir karena masih ada agenda undangan warga, jam rapat paripurna pun kemudian digeser ke pukul 18.00. Sebagian besar anggota dewan sudah stand by di kantor ruang paripurna. Namun karena hingga pukul 18.00, Tjanggulung belum juga hadir, jadwal rapat pun kembali digeser ke pukul 22.00. Lagi-lagi di pukul 22.00, Tjanggulung belum juga nampak, sebagian besar anggota dewan memutuskan pulang.

Wakil Ketua DPRD, Delly Makalow, ketika ditanya alasannya pulang, mengatakan ia memilih pulang karena tinggal beberapa jam lagi akan masuk hari sabat (Sabtu), maklum ia beragama Kristen Adven Hari ke tujuh. "Saya mau pulang karena tinggal beberapa jam sudah masuk hari Sabat. Namun sebagai wakil rakyat, sebetulnya saya kecewa atas diulur-ulurnya jadwal paripurna ini. Padahal agenda paripurna ini sangat penting dan rakyat dan aparatur lagi menunggu keputusan dewan atas LPJ," ungkapnya dengan nada kecewa.

Tjanggulung ketika dimintai tanggapannya terkait diulur-ulurnya jadwal rapat paripurna tersebut, mengatakan, hal itu tidak perlu dibesar-besarkan. Lagian menurut dia, jadwal yang disampaikan kepadanya bertabrakan dengan jadwal yang telah diagendakannya sebelumnya. "Jadwal yang disampaikan bertabrakan, Saya ada undangan dari masyarakat," ujarnya sebelum meninggalkan kantor dewan.

Militer Masih Bersinar pada Pemilu 2014

Survei calon presiden yang baru saja dirilis Lembaga Survei Indonesia (LSI) masih memunculkan sejumlah nama berlatar belakang militer, baik purnawirawan maupun aktif. Terkait hasil survei tersebut, analis politik Yunarto Wijaya menilai, nama-nama tokoh berlatar belakang militer memang masih cukup berpengaruh pada Pilpres 2014.
"Nama-nama militer harus diakui masih kuat," kata Yunarto saat dihubungi wartawan.
Tiga nama asal TNI yang mencuat dalam survei LSI di antaranya, Menkopolhukam Marsekal (Purn) Djoko Suyanto, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Endriartono Sutarto, dan Kasad Jenderal Pramono Edhie Wibowo. Itu pun belum termasuk Ketua Dewan Pembina Letjen (Purn) Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua DPP Hanura Jenderal (Purn) Wiranto.
"Jangan lupa, 32 tahun Indonesia dipimpin oleh militer, dan saat ini kita sudah dipimpin SBY hampir 10 tahun yang juga berlatar militer," terang Yunarto menyebutkan alasannya.
Dalam pandangannya, banyak masyarakat Indonesia yang menilai sosok berlatar belakang militer merupakan pemimpin yang ideal karena kedisiplinan mereka. Selain karena pengaruh pemimpin-pemimpin sebelumnya, hal ini dipengaruhi luasnya teritori Indonesia.
"Ini berkaitan dengan masyarakat  kita yang majemuk dan luasnya teritorial kita," jelas Yunarto.
Meski cukup selaras dengan hasil survei, Yunarto memiliki pendapat tersendiri terkait nama-nama calon yang patut diperhitungkan. Menurutnya, nama Prabowo dan Wiranto yang lebih dulu menggaung memiliki tingkat resistensi yang cukup kuat dalam masyarakat.
"Keduanya masih dipandang sebagai tokoh Orde Baru," tambah Yunarto.
Ia justru melihat nama Endriartono sebagai kuda hitam. Walaupun kalah populer, nama mantan Panglima TNI itu relatif bersih dan ketegasannya terlihat saat menjabat petinggi militer.
"Sosok ini bisa menjadi kuda hitam dalam Pilpres 2014," lanjut Yunarto.
Namun, Yunarto juga menyebutkan bahwa kelemahan utama Endriartono terletak pada tingkat popularitasnya yang masih terhitung rendah. Prabowo dan Wiranto serta Djoko Suyanto relatif lebih dikenal luas berkat publikasi yang luas selama ini.

Jangan Batasi Iman

Banyak orang yang hidupnya selalu terjerat pada suatu masalah. Banyak orang yang mengaku sudah berdoa pada Tuhan dan berserah penuh, tetapi hidupnya tak kunjung mendapatkan damai sejahtera, sampai pada akhirnya dia menilai bahwa Tuhan tidak peduli padanya.
Tuhan tidak pernah mainpmain dengan hidup kita. Saat kita berdoa dan memohon, maka Tuhan akan memberikan apa yang kita minta. seringkali kita sudah berdoa dan berserah, tetapi setelah itu kita masih kuatir dan menjadi tidak percaya.
Saat kita sudah berserah, maka serahkanlah semua beban itu di bawah kaki Yesus karena Dia yang akan memberi kelegaan pada kita. Jangan mencoba untuk menyentuh ataupun mengambil beban-beban itu lagi. Biarkan kuasa Tuhan bekerja dengan leluasa tanpa dihalabi oleh roh kekuatiran.
Jangan batasi iman kita kepada Tuhan, sama seperti Tuhan tidak pernah membatasi iman kita. Biarlah iman kita benar-benar berpegang teguh pada Yesus. Biarlah berkat-berkat dan mujizat-mujizat itu mengalir dalam hidup kita tanpa dihalangi oleh roh ketidakpercayaan.

Pelan Tapi Pasti

Seorang pria sedang berjalan-jalan di pedalaman. Dia melihat seekor burung besar sedang terbang, mungkin sejenis elang. Saat itu, pria tersebut melihat ada sesuatu yang tidak beres pada elang tersebut. Elang tersebut semakin lama semakin kehilangan kamampuan untuk terbang, terbang menukik tajam dan akhirnya jatuh tepat di dekat pria tersebut dalam keadaan mati. Apa yang terjadi? Tidak ada manusia yang melukainya. Tidak ada manusia yang menembaknya. Setelah di lihat dengan lebih teliti, ternyata ada seekor musang kecil yang dibawa elang tersebut. Binatang kecil itu segera mengambil kesempatan melukai elang dan meminum darah elang.
Itulah gambaran kebiasaan dosa yang melekat pada seseorang yang akhirnya secara tidak sadar dan pelan-pelan menyebabkan kematian rohaninya. Dalam hidup ini, bukankah tanpa sadar kita juga sering berlaku seperti elang dalam kisah di atas? Kita melakukan sesuatu yang dapat menjerumuskan dan mematikan kita. Bagi yang suka menonton TV sampai bejam-jam, online sampai berjam-jam, bukankah apa yang kita lakukan tersebut pelan tapi pasti menjadikan kita seseorang yang malas? Bagi Anda yang masih suka pergi ke dukun, bertanya pada paranormal, bukankah apa yang Anda lakukan tersebut pelan tapi pasti akan menghancurkan diri kita sendiri? Mungkin kita tidak menyadari, tapi pelan tapi pasti semua kebiasaan buruk tersebut akan menggerogoti diri kita dan dapat menjauhkan hubungan kita dengan Kristus bahkan dapat mendatangkan murka Allah. Bagi kita yang sering menyimpan “sampah” di hati, seperti kemarahan, sakit hati, dll bukankah itu lama-kelamaan akan menyakiti dan menguras energi kita sendiri?
Hari ini, marilah kita belajar untuk mendekatkan diri pada kristus, karena semakin dekat padaNya maka semakin peka kita. Hal ini dapat membuat kita lebih mudah untuk mendeteksi karakter dan kebiasaan buruk yang ada pada diri kita. Pangkaslah dan buanglah kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut, dan hiduplah mendekat kepada Kristus.

Dosa beberapa orang menyolok, seakan-akan mendahului mereka ke pengadilan, tetapi dosa beberapa orang lagi baru menjadi nyata kemudian.
I Timotius 5 : 24

Sumber