Wakil walikota Manado, Harley AB Mangindaan ketika diwawancarai, Senin (26/11) dihotel Sintesa Peninsula memempertanyakan apa alasan mendasar terkait keinginan menutup pabrik minuman keras (Miras) dari beberapa pihak masyarakat yang menyuarakan hal itu.
“Kita adalah Negara hukum dan tentu harus menaati aturan yang ada. Jika didesak agar pemerintah Kota Manado menutup pabrik Miras, maka harus jelas dasar hukumnya,” ungkap Mangindaan sapaan akrab Wawali Manado ini.
Menurutnya, upaya untuk menciptakan kondisi yang aman di Kota Manado selalu menjadi prioritas pemerintah Kota sehingga sudah otomatis keamanan akan menjadi perhatian.
“Nah kami pemerintah Kota Manado tentu menjadikan keamanan sebagai perhatian utama, mengontrol dan menciptakan kondisi yang aman ditengah masyarakat,” ulas Mangindaan menutup.
Berbeda dengan itu, Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), melalui Ketua Umumnya, Tommy Turangan, SH menilai pemicu terjadinya pembunuhan wartawan tak lain adalah Miras. Dilanjutkannya AMTI meminta kepolisian Sulut mengambil langlah tegas.
“Kalau pemerintah Kota Manado masih menanggapi permintaan untuk ditutupnya pabrik Miras sebagai suatu hal yang tidak diterima. Kami menyesalkan hal ini, selain itu kami meminta agar Polda Sulut serius mengusut siapa pelaku dibalik pembunuhan wartawan di Manado ini. Jangan Polda dinilai gagal hanyaa karena tak mampu mengusut tuntas kasus ini, dan juga tak punya nyali menutup Miras di Kota Manado. Padahal, Miras merupakan penyebab tindakan kriminalitas di Kota Manado,” papar Turangan.
Sumber
Related Articel:
- Inilah Program Prioritas Jokowi dalam APBD 2013
- Ruhut: Diisi Pengkhianat, Nasdem Bakal 'Nyungsep'
- Anas Urbaningrum Seperti Dilindungi Oleh Salah Satu Petinggi KPK
- Hasil Sidang Angelina Sondakh Akan Diperiksa Komisi Yudisial
- KPK Gali Peran Dari Choel Malarangeng Dan Menindak Lanjuti Pengakuannya
- Bencana Besar Mengancam
- Praja IPDN Sulut Tewas Saat Mengikuti Orientasi Kampus
- Surya: Terserah JK, Mau atau Tidak Digaet NasDem
- Surya Paloh: Ini Salah-salah Bisa Disebut Haus Jabatan
- Surya Paloh: Hary Keluar, NasDem Jangan-jangan Lebih Hebat
- Plt Sekjen DPR Winantuningtyastiti Langsung Mendapatkan Panggilan KPK Terkait Kasus DPID
- Hukuman Mati Di UU TIPIKOR
- JK: Indonesia Siap Dipimpin Presiden Non-Jawa
- Angelina Sondakh Masih Terima Gaji Rp 15,9 Juta dari DPR
- Prabowo Apresiasi Jokowi
- Prabowo : Rakyat Capek dengan Koruptor
- Tipikor Bareskrim Diberikan Tambahan Dana Rp 250 Miliar Untuk Pacu Kinerja
- Masa Cekal Dari Emir Moeis Di Perpanjang Oleh KPK
- Saksi CNR-DJT Ringankan KPU dan JWS-IvanSa
- KPK Datangi MA Dan MY Tak Terima Dengan Putusan Hakim Yang Ringan Untuk Angie
- Koruptor Sudah Tak Akan Jera Jika Vonisnya Bisa Seringan Angie
- KPK Ajukan Banding Untuk Kasus Angie Dan Inilah Alasannya
- Angie divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta
- Demokrat: Harus Putra-Putri Asli Mitra
- Rizal Mallarangeng: KPK Sudah di Jalan yang Benar
0 komentar:
Posting Komentar