Tidak hanya mengundurkan diri sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi
Mallarangeng juga mengundurkan diri dari Partai Demokrat. Hal ini
menyusul Andi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan korupsi proyek Hambalang.
"Saya
ingin sampaikan dalam kapasitas saya sebagai pengurus Partai Demokrat
pada kesempatan yang sama saya sampaikan ke Pak SBY bahwa saya ajukan
permohonan pengunduran diri dari jabatan sebagai Sekretaris dan Anggota
Dewan Pembina serta Sekretaris dan Anggota Majelis Tinggi Partai
Demokrat," ujar Andi, Jumat (7/12/2012), dalam jumpa pers di kantor
Kemenpora, Senayan.
Andi mengatakan, di dalam pertemuan tadi
pagi, SBY menyatakan menerima pengunduran dirinya dari Partai Demokrat.
Di dalam pertemuan Andi dengan SBY, juga turut hadir Sekretaris Kabinet
Dipo Alam dan Wakil Presiden Boediono.
Andi sebelumnya telah
ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek
Hambalang. Wakil Ketua KPK Busyro Muqoddas membenarkan hal tersebut.
Ihwal penetapan Andi sebagai tersangka ini diketahui melalui surat
permohonan pencegahan yang dikirimkan KPK kepada Direktorat Jenderal
Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Surat bernomor
4569/01-23.12.2012 tanggal 3 Desember 2012 itu menyebutkan status Andi
sebagai tersangka.
Saat ini, KPK sedang melakukan penyidikan
tindak pidana korupsi terkait pembangunan pengadaan sarana dan prasarana
Hambalang tahun anggaran 2010-2012 yang dilakukan oleh tersangka Andi
Alfian Mallarangeng selaku Menpora atau pengguna anggaran Kemenpora.
"Andi
dan kawan-kawan sebagaimana dimaksud Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3
Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi guna kepentingan
penyidikan," kata Busyro.
KPK juga mencegah Andi ke luar negeri.
Andi dicegah bersama dua orang lainnya, yaitu Andi Zulkarnain
Mallarangeng atau Choel Mallarangeng dan M Arif Taufikurrahman dari PT
Adhi Karya.
Sumber
Related Articel:
- Ruhut: Diisi Pengkhianat, Nasdem Bakal 'Nyungsep'
- Surya: Terserah JK, Mau atau Tidak Digaet NasDem
- Surya Paloh: Ini Salah-salah Bisa Disebut Haus Jabatan
- Surya Paloh: Hary Keluar, NasDem Jangan-jangan Lebih Hebat
- Partai Politik Lokal Minahasa
- JK: Indonesia Siap Dipimpin Presiden Non-Jawa
- PAN, GOLKAR, PKPB INCAR MARON
- Mengapa Roy Suryo Menjadi Menpora?
- Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2014
- Demokrat: Harus Putra-Putri Asli Mitra
- Rizal Mallarangeng: KPK Sudah di Jalan yang Benar
- Presiden: Tak Ada Perombakan Kabinet
- Sumendap Harus Kerja Keras, Incumbent Masih Terkuat
- CNR-DJT Belum Menyerah
- THL Didorong untuk Mitra 1
- Siti Hartati Murdaya Menyetujui Adanya Pemberian Rp 1Miliar Untuk Bupati Amran Batalipu
- Demokrat Bukan 'SBY Fans Club'
- Terkuak Semua Lewat Rekaman Pembicaraan Mantan DPP Demokrat Hartati Murdaya
- Ruhut: Anas Tersangka, Aku Lengserkan 'Badut-badut' Itu!
- Mendagri: 70 Persen Pemekaran Daerah Gagal
- Angie Menyesal Masuk Politik
- DPP Demokrat Akui Ruhut Ganggu Soliditas Internal
- Di Tombatu Utara, Tak Terdaftar Dinyatakan Lulus
- Mega Puji Olly-SHS
- JWS-IvanSa Juara Pilkada Minahasa
0 komentar:
Posting Komentar