JK
alias Jimmy tersangka pembunuh (kiri) Aryono ‘Ryo’ Linggotu semasa
hidup (kanan). Inset: Barang bukti pisau yang digunakan tersangka.
Manado, KOMENTAR - JK alias Jimmy (17) yang menjadi salah satu tersangka pembunuhan terhadap Aryono ‘Ryo’ Linggotu (26), wartawan Harian Metro pada Minggu dinihari pukul 05.00 WITA di Jalan Daan Mogot 4, Tikala Baru, ditengarai berdarah dingin. Pasalnya, selain 14 tikaman yang dilayangkan terhadap tubuh korban, tersangka ternyata tidak menghentikan aksinya meski korban sudah berkali-kali meminta dikasihani.
Ikhwal ceritanya berawal ketika Ryo (26), warga Banjer Lingkungan I, Manado, bersama rekannya Muhammad Rais (Ego) hendak membeli nasi kuning. Dengan menggunakan sepeda motor, Ryo dan Ego menuju ke Jalan Daan Mogot IV.
Melihat gelagat yang tidak baik, Ego yang berboncengan dengan Ryo memilih kabur. Namun Ryo tetap di atas motor sambil menelepon. Mereka sempat bertanya kepada Ryo, apakah mereka warga Banjer? “Dorang tanya kalau torang orang Banjer, tapi Ryo bilang bukan. Pelaku saya lihat ambil pisau, sehingga saya langsung lari bermaksud meminta pertolongan,” ujar Ego yang melihat dari jauh Ryo sudah tersungkur dan dikelilingi pemuda-pemuda tersebut.
Sementara tersangka pelaku bernama JK alias Jimmy mengaku, malam sebelum kejadian itu, dia bersama beberapa rekannya berada di rumah duka, tiba-tiba dilempar oleh orang tak dikenal. Mereka kemudian keluar dan mencari siapa pelakunya. Saat itu mereka melihat ada sepeda motor mogok. “So dekat motor, kita batanya kalo dorang (korban) orang Banjer, tapi korban jawab ‘kita bukan orang Banjer kasiang’. Saya balik mengatakan ‘nda usah badusta ngoni’. Setelah itu saya cabut pisau, tapi belum dikeluarkan dari sarung, tapi saat itu teman yang dia (korban) bonceng lari,” kata pelaku sebagaimana laporan BAP.
Melihat teman Ryo (korban) melarikan diri, tersangka pelaku mengeluarkan pisau dari dalam sarung dan langsung menikam ke arah dada korban. “Waktu kita tikam di dada, dia (korban) berteriak ‘adoh kasiang’ dan saya menikam lagi ke arah tangan dan korban kembali berteriak ‘adoh kasiang’. Selanjutnya saya terus menikam ke arah dada sebanyak kira-kira sepuluh kali, sehingga dia (korban) jatuh dari motor,” tukas Jimmy, tersangka pelaku yang masih berusia 17 tahun ini.
Melihat korban jatuh dengan kondisi tertelungkup di aspal, ternyata tak menyurutkan niat pelaku untuk menghentikan aksinya. Pasalnya, pelaku masih berputar ke belakang korban dan kembali menancapkan satu tikaman lagi. “Saya berputar ke belakang terus tikam sekali lagi, setelah itu teman saya bernama Valdo menarik saya dan berkata ‘Jim so boleh jo’,” aku pelaku seraya menambahkan, usai menikam korban, dia langsung masuk lorong di lokasi kejadian dan berpisah dengan temannya.
Tersangka pelaku saat ditanyai petugas polisi apakah tidak kasihan bahwa korban telah beberapa kali meminta dikasihani, tidak menjawab. Dengan mimik muka yang dingin, dia hanya terdiam. Hingga berita ini diturunkan kemarin, informasi yang diperoleh, ketiga teman pelaku yang diringkus sore kemarin, masih berstatus saksi. Kapolresta Manado, Kombes Polisi Amran Ampulembang, membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Pelakunya sudah diamankan dan sedang diperiksa intensif,” pungkasnya.
Aksi pembunuhan sadis ini mengundang keprihatinan banyak kalangan. Tak terkecuali Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang. Gubernur Sarundajang melalui Staf Khusus Bidang Komunikasi publik Michael Umbas, menyatakan ungkapan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban.
“Tadi pagi saya langsung menerima info ini. Ini cukup memilukan karena dilakukan secara brutal kepada seorang jurnalis. Saya menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada korban. Selaku gubernur saya meminta aparat penegak hukum agar mengusut tuntas kasus ini. Penegakan hukum yang maksimal mutlak dilakukan bukan saja karena korban adalah jurnalis, tapi sebagai langkah menimbulkan efek jera untuk mereduksi aksi kriminal berikutnya,” tukas SHS.
“Imbauan saya kepada masyarakat agar siskamling betul-betul dijalankan. Kepada jajaran pemerintah Kota Manado, ini jadi salah satu bahan evaluasi untuk kamtibmas dari sekian banyak peristiwa kriminal yang terjadi,” pungkas gubernur.
Sumber
Related Articel:
Berita
- Inilah Program Prioritas Jokowi dalam APBD 2013
- Ruhut: Diisi Pengkhianat, Nasdem Bakal 'Nyungsep'
- Anas Urbaningrum Seperti Dilindungi Oleh Salah Satu Petinggi KPK
- Hasil Sidang Angelina Sondakh Akan Diperiksa Komisi Yudisial
- KPK Gali Peran Dari Choel Malarangeng Dan Menindak Lanjuti Pengakuannya
- Bencana Besar Mengancam
- Praja IPDN Sulut Tewas Saat Mengikuti Orientasi Kampus
- Surya: Terserah JK, Mau atau Tidak Digaet NasDem
- Surya Paloh: Ini Salah-salah Bisa Disebut Haus Jabatan
- Surya Paloh: Hary Keluar, NasDem Jangan-jangan Lebih Hebat
- Plt Sekjen DPR Winantuningtyastiti Langsung Mendapatkan Panggilan KPK Terkait Kasus DPID
- Hukuman Mati Di UU TIPIKOR
- JK: Indonesia Siap Dipimpin Presiden Non-Jawa
- Angelina Sondakh Masih Terima Gaji Rp 15,9 Juta dari DPR
- Prabowo Apresiasi Jokowi
- Prabowo : Rakyat Capek dengan Koruptor
- Tipikor Bareskrim Diberikan Tambahan Dana Rp 250 Miliar Untuk Pacu Kinerja
- Masa Cekal Dari Emir Moeis Di Perpanjang Oleh KPK
- Saksi CNR-DJT Ringankan KPU dan JWS-IvanSa
- KPK Datangi MA Dan MY Tak Terima Dengan Putusan Hakim Yang Ringan Untuk Angie
- Koruptor Sudah Tak Akan Jera Jika Vonisnya Bisa Seringan Angie
- KPK Ajukan Banding Untuk Kasus Angie Dan Inilah Alasannya
- Angie divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp 250 juta
- Demokrat: Harus Putra-Putri Asli Mitra
- Rizal Mallarangeng: KPK Sudah di Jalan yang Benar
0 komentar:
Posting Komentar