Rabu, 21 November 2012

Ternak Itik

Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi Bogor berhasil mengembangkan Itik Hibrida atau MA-2000 yang memiliki kemampuan berproduksi (betelur) tinggi. Adapun rata-rata produksi pertahun adalah 260 butir/ekor (75%). Itik MA-2000 betina oleh para Peternak Itik dijuluki sebagai Itik Ratu. Itik MA-2000 adalah hasil persilangan antara Itik Mojosari jantan dan Itik Alabio betina. Produktifitas itik MA seragam dan pada minggu ke-16 produksinya mencapai 93% (puncak produksi). Selain itu itik MA mulai betelur pada umur 4,5 bulan lebih cepat dari itik lokal lainnya. Demikian sekilas tentang itik unggul lokal (MA-2000) yang dapat membantu para peternak itik untuk meningkatkan usaha peternakannya.

Dan pada kesempatan ini saya akan berbagi dengan pengunjung blog ini, bagaimana cara beternak itik baik secara tradisional (digembalakan) maupun secara intensif (terkurung)


1. Pemeliharaan Itik dengan Sistem Sederhana

Untuk anak itik umur 1 hari s/d 2 minggu, kandang dibuat berbentuk kotak dengan menggunakan lampu listrik sebagai sumber panas. Untuk itik dara (remaja) dan itik petelur (induk), kandang dibuat setinggi 50cm, kandang dapat dipindah-pindahkan. Lantai kandang dialasi jerami dan sebagai atapnya dapat menggunakan terpal, jerami atau bahan lainnya agar itik terhindar dari hujan. Adapun sumber utama makanan, diperoleh dari sisa-sisa panen padi di daerah persawahan, irigasi dan rawa-rawa. Itik yang dipelihara dengan sistem ini, produksi telurnya bergantung pada musim panen. Bila musim panen padi, persedian makanan cukup melimpah dengan demikian produksi telur akan meningkat pula. Biasanya para peternak memberikan makanan tambahan berupa dedak, bekicot, sisa-sisa dari tempat pemotongan hewan, sisa-sisa makanan dan lain sebagainya apabila sumber makanan utama tidak tersedia.

2. Pemeliharaan Sistem Intensif
Pemeliharaan itik dengan cara intensif, tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam pemeliharaan intensif, itik dipelihara secara terkurung dengan menerapkan sistem pemberian pakan yang bermutu, bibit unggul, serta tatalaksana pemeliharaan yang baik.

Dalam sistem pemeliharaan ini dibagi dalam 3 phase :

a. Starter, yaitu itik berumur 0 – 2 bulan.
b. Grower, itik dara umur 2 – 6 bulan
c. Layer, umur 6 (enam) bulan sampai umur 3 tahun (masa afkir)

Periode Starter
Anak itik umur 1 hari hingga umur 2 bulan, diberikan pakan jadi dengan kadar protein 20% serta kalori antara 2700 – 3000kkal.
Pakan jadi untuk anak itik berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak. Selain konsentrat anak itik dapat juga diberikan pakan buatan seperti, jagung, bungkil kelapa, tepung ikan, kedelai, dedak halus, masing-masing 2kg dan 1kg kacang hijau, ditumbuk menjadi tepung halus. Pakan diberikan 3 kali sehari hal ini dimaksudkan agar pakan tidak terbuang dan tidak basi. Anak itik ditempatkan di dalam kandang yang dilengkapi dengan induk buatan berbentuk kotak serta dilengkapi dengan pemanas buatan. Sumber panas ini dimaksukan agar itik tidak berdesak-desakan. Bila keadaan kandang yang terlalu dingin dapat mengakibatkan kematian itik. Pemanas buatan menggunakan lampu pijar. Untuk 100 ekor anak itik, dapat menggunakan lampu 60w – 75w yang digantung setinggi 40cm dari atas lantai. Induk buatan memerlukan suhu 35°C pada minggu pertama dan dapat dikurangi setiap minggu sampai 18°C.

Periode Grower
Pemeliharaan masa grower adalah itik yang berumur 2 sampai 6 bulan. Pemberian makanan pada periode ini hampir sama dengan pemberian pakan itik pada masa starter hanya saja pada siang hari, itik dapat diberikan makanan berupa sayur-sayuran seperti kangkung, enceng gondok, bayam dan lain lain. Pada masa ini pemberian pakan dibatasi, agar itik tidak cepat betelur. Bila itik betelur pada usia muda, produksi telurnya kecil-kecil. Tempat pemeliharaan itik pada periode ini, itik dapat ditempatkan di kandang berbentuk postal ataupun kandang ren yang dibagi dalam 2 bagian, yaitu tempat bermain dan tempat beristirahat dan dapat pula dibuat kolam. Luas kandang dapat disesuaikan dengan jumlah itik yang dipelihara. Misalnya itik yang akan dipelihara sebanyak 100 ekor dengan kepadatan itik 4 ekor/m2, maka luas kandang adalah 25 m2. Misalkan panjang kandang dibuat 10 meter dan lebar kandang 5m dan lain sebagainya tergantung dengan kondisi yang ada.

Periode layer
Periode layer adalah itik berumur 6 bulan hingga masa afkir (3tahun). Pada umur 5.5 bulan itik mulai belajar bertelur untuk itu kandang itik harus jauh dari keramaian hal ini untuk menghidari agar itik tidak mudah terkejut yang akan mengakibatkan itik tidak mau betelur.

Ransum itik periode layer dapat di buat dari beberapa bahan sebagai berikut :

Bungkil kelapa, jagung kuning, dedak padi masing-masing 4kg, tepung ikan, tepung daging masing masing 2kg dan tepung tulang 1kg serta kapur 3/4kg.
Pemberian pakan pada itik petelur diberikan secara basah yaitu pakan dicampur dengan air di mana itik lebih suka dengan pakan basah daripada pakan berbentuk kering. Pemberian pakan pada itik dapat dilakukan pada pagi hari dan sore hari sedangkan pada siang hari itik diberikan sayur-sayuran dan dapat ditambahkan dengan sisa sisa dapur. Jumlah pakan itik petelur adalah 20kg/100ekor/hari.

Setelah itik betelur selama 6 (enam) bulan, itik akan mengalami masa luruh. Untuk mengatasi masa luruh itik, caranya dengan memberikan pakan yang cukup agar masa luruh cepat berakhir. Inilah kelebihan dari pemeliharaan intensif di mana peternak dapat mengamati secara langsung perkembangan ternaknya baik produksi telur, kesehatan itik, kandang, pakan serta kesejahteraan ternaknya.

Related Articel:

0 komentar:

Posting Komentar