Kamis, 06 Desember 2012

Datang jauh-jauh dari Negeri Belanda - Putri Dr Sam Ratulangi Kampanye untuk HAG-RJM

Kampanye terbuka terakhir pasangan calon top eksekutif Minahasa, Hangky A. Gerungan dan Recky J. Montong (HAG-RJM) di Lapangan Sam Ratulangi Tondano, Selasa (04/12) kemarin, turut dihadiri tamu istimewa, Dr Amelia Agustina Ratulangi yang adalah putri pahlawan nasional kelahiran Tondano, Dr Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau biasa disingkat Dr Sam Ratulangi (alm).    
Dr Amelia Ratulangi yang sudah berusia 92 tahun ini, rela datang dari Negeri Kincir Angin untuk mengikuti kampanye calon kepala daerah yang diusung Partai Gerindra, PDS dan Barnas ini. Meski sudah puluhan tahun bermukim di Belanda, ternyata Oma Amelia Ratulangi masih memiliki KTP Minahasa dengan alamat Kelurahan Tounkuramber, Kecamatan Tondano Barat. Dia adalah anak satu satunya anak DR Samratulangi yang masih hidup saat ini. Oma Amelia Ratulangi  mengatakan, meski sudah lama menetap di Belanda, namun dirinya sangat peduli dan cinta akan tanah Minahasa. Buktinya, saat ini dia rela meluangkan waktu pulang ke Tondano dari negeri Belanda.
Saat kampanye HAG-RJM kemarin, Oma Amelia yang masih terlihat enerjik ini sempat berorasi. Di hadapan puluhan ribuan massa HAG-RJM, dia berharap ada pemimpin baru dan berjiwa nasionalis di Minahasa. “Demokrasi harus dijunjung tinggi di Tanah Minahasa. Saya sangat cinta Minahasa sehingga saya menyempatian diri untuk pulang kampung. Dan pada massa pemilukada saat ini, saya mendukung penuh figur HAG-RJM nomor urut dua. Keduanya kelihatan punya jiwa nasionals dan figur demokrasi,” ucapnya yang disambut riuh sorak dan tepuk tangan massa.
Pada kampanye kemarin, massa yang hadir memang berjubel. Hal ini membuat lokasi kampanye terlihat bak lautan massa hingga meluber ke luar lapangan. Massa terlihat cukup antusias, apalagi mereka turut dihibur Melinda dan Dera, Indonesia Idol 2012.
Ketua Tim Independen bersama koordinator tim kampanye HAG-RJM, Tito Sumampow dan James Lewu, di sela-sela kampanye, memberi apresiasi tinggi atas antusiasme masyarakat yang hadir dalam kampanye terakhir HAG-RJM. “Sesuai data, biaya operasioanal yang kami siapkan hanya untuk 10 ribu orang. Namun melihat keadaan, sepertinya lebih dari jumlah itu,” kata Tito diamini Lewu.
Menurut Tito, kampanye HAG-RJM lebih spektakuler karena tidak ada kandidat lain yang mampu menggelar kampanye terbuka sampai dua kali. Artinya hanya pasangan HAG-RJM yang mampu menggelar kampanye terbuka dan dihadiri puluhan ribuan massa.
Sedangkan Calon Bupati HAG dalam orasi politiknya mengatakan, banyaknya massa yang datang membuktikan bahwa dukungan masyarakat Minahasa kepada HAG-RJM untuk memenangkan pertarungan pemilukada, tidaklah main-main. “Kehadiran massa yang cukup besar membuktikan jika masyarakat sangat menginginkan perubahan, memilih pemimpin baru untuk era Minahasa baru,” papar HAG.
Dia juga menegaskan ulang soal komitmennya mensejahtrakan warga Minahasa. “Saya ini anak petani, tahu betul akan kebutuhan petani dan saya berkomitmen jika terpilih akan ada program-program untuk meningkatkan kesejahtraan petani. Kami akan membuka lebih banyak lagi jalan-jalan sentra pertanian,” ucap HAG sembari mengatakan, tidak hanya kalangan petani, tapi masyarakat pesisir Danau Tondano dan pesisir pantai juga akan diperhatikan.
Komitmen yang sama juga disampaikan Calon Wakil Bupati, Recky J Motong. Dia kembali menegaskan komitmen mereka terutama pemberantasan korupsi. “Kami akan komit dengan anti korupsi. Warga Minahasa tidak perlu kuatir, kami datang untuk melayani dan bukan untuk mencari kekuasaan. Jika pemimpin mencari kekuasaan, mereka akan mencari sesuatu termasuk melakukan korupsi. Dan kami tulus untuk melayani masyarakat Minahasa,” kata RJM.
Dia mengatakan, program dana duka yang sudah ada akan lebih dimaksimalkan lagi. “Kami akan ganti dengan program dana kesehatan. Orang mati jika dikasih uang tidak mungkin bangkit. Namun yang lebih tepat jika bantuan dana ini diberikan kepada orang yang masih hidup. Masyarakt miskin akan dapat dana kesehatan,” kata dia. RJM juga mengaku prihatin dengan budaya Minahasa yang mulai terkikis.
Nah, jika terpilih, dirinya bersama HAG berkeyakinan akan mengembalikan kekuatan budaya orang Minahasa, terutama ungkapan DR Samratulangi, Sitou Timou Tumou Tou. “Ungkapan kata itu adalah prinsip hidup orang Minahasa dan harus dipertahankan. Jangan terkikis seperti saat ini. Sesama orang Minahasa harus saling baku baku inga, baku bae dan baku baku bantu,” ucapnya.
Turut hadir dalam Kampanye HAG-RJM, para pengurus partai pengusung, mantan Ketua DPD PDIP Sulut, Freddy Sualang dan sejumlah politisi senior Sulut. Beberapa di antaranya sempat menyampaikan orasi politik, termasuk Sualang.



Related Articel:

0 komentar:

Posting Komentar