Jumat, 07 Desember 2012

Masyarakat Suku Maya, Gunakan Bola Tanah Untuk Memasak

Para arkeolog yang menggali sisa-sisa sebuah dapur kuno di Escalera al Cielo di Yucatan berhasil menemukan fosil bola tanah. Di masa lalu, suku Maya menggunakan bola tanah tersebut sebagai alat untuk memasak makanan.

Dilansir oleh NBC News, Sabtu (1/12/12), bola tanah itu memiliki diameter sekitar satu sampai dua inci dan berusia lebih dari 1.000 tahun. Bola-bola tanah tersebut diklaim mengandung banyak sisa-sisa jagung, kacang, labu dan berbagai tanaman umbi-umbian lainnya.

Arkeolog Stephanie Simms dan Francesco Berna dari Boston University, beserta George Bey dari Millsaps College mengatakan, penemuan ini mendukung hipotesis bahwa bola-bola tanah tersebut terlibat dalam aktivitas pemrosesan makanan di dapur.

"Ini pertama kalinya bola tanah liat yang dibakar dan telah dipelajari di wilayah Suku Maya, sepengetahuan saya, belum ada seorang pun yang mendokumentasikan penggunaan bola tanah liat ini dalam tata cara memasak Suku Maya modern," ujar Simms kepada Discovery News.

Bola tanah liat tersebut dapat digunakan dengan cara dibakar pada api bersuhu rendah dan berulang kali digunakan di dapur. Kemungkinan, bola-bola tersebut diletakkan ke dalam panci makanan untuk dapat memasak atau memanaskannya, selain itu juga dapat digunakan sebagai alat memasak seperti halnya oven.

"Kami mengetahui banyak hal mengenai sifat raja dan ratu Suku Maya kuno, namun penelitian jenis ini akan membantu melihat bagaimana cara Suku Maya bekerja di dapur, alat apa yang mereka gunakan dan cara mereka menyiapkan makanannya," papar co-director penelisitan tersebut bersama dengan arkeolog Tomas Gallareta Negron dan antroppolog William Ringle

Related Articel:

0 komentar:

Posting Komentar